Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Kritik Jokowi, BEM UI: Negara Ini Dipimpin Pendusta

Oktober 27, 2022 Last Updated 2022-10-27T01:57:10Z


Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) mengkritik kinerja pemerintahan. BEM UI menyampaikan, tak ada satupun janji politik pada masa kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf benar-benar terpenuhi sempurna. Padahal kepemimpinan Jokowi dan Ma'ruf sudah berjalan lebih dari setengah masa jabatan.

"Segala hal manis yang diucapkan oleh Jokowi & Ma'ruf Amin pada masa kampanye hanyalah angin lalu demi memuluskan jalan menuju kekuasaan tanpa pernah terealisasi maksimal," kata BEM UI dalam cicitannya di akun Twitter @BEMUI_Official dikutip Republika di Jakarta, Rabu (26/10/2022).

Menurut BEM UI, sebagai seorang presiden, Jokowi menjadi contoh yang tidak pernah menunjukan keberpihakannya pada rakyat dan sering memperburuk sendi kehidupan rakyat. Sedangkan Wapres Maruf Amin dinilai tidak lebih dari sebagai simbol dan pajangan di depan kelas SD.

"Bagaimana mungkin kita menuju kemajuan jika negara ini dipimpin oleh pendusta dan sebuah foto pajangan?" kata BEM UI.

Mereka pun mengkritik berbagai pencapaian era Jokowi-Ma'ruf yang jauh dari harapan. Salah satunya terkait janji reformasi agraria. "Pemerintah amnesia akan janji reforma agraria," kata BEM UI.

Staf Khusus Mensesneg Faldo Maldini merespon kritik BEM UI terhadap kinerja Jokowi-Ma'ruf. Faldo pun menyentil balik BEM yang hanya jago membuat poster dan meme. "BEM UI kayaknya memang jago bikin meme dan poster," kata eks ketua BEM UI tersebut.

Fadlo juga mengingatkan agar jangan sampai BEM UI berakhir menjadi Badan Eksekutif Meme UI. Faldo mengatakan, negara saat ini pun membutuhkan kehadiran BEM UI.

Faldo menjamin, BEM UI akan selalu bisa menyampaikan pendapatnya dengan bebas. Sehingga demokrasi di Indonesia akan tetap berjalan baik, tanpa ada kekhawatiran. Dia juga berharap, BEM UI mampu melahirkan tokoh-tokoh aktivis yang berani masuk ke dunia politik dan berkiprah di pemerintahan maupun partai politik.

"Mudah-mudahan juga mampu lebih dari itu, misalnya lahirkan tokoh-tokoh aktivis yang berani masuk ke politik, yang berkiprah di ranah pemerintahan dan parpol. Politik kita butuh pikiran segar," ujar Faldo.[SB]
×