Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Koalisi Amin Lempar Handuk,Nasdem Disebut Cari Aman,Anies Baswedan Beri Pesan Ini

Februari 19, 2024 Last Updated 2024-02-19T09:21:24Z


Koalisi Amin lempar handuk terkait dengan hasil Pilpres 2024, Nasdem cari aman.


Adapun Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menilai koalisi Amin tengah mencari titik aman usai Pilpres 2024.


Menurutnya, bukan hanya Surya Paloh saja yang mencari aman.


Seperti diketahui, Ketum Nasdem baru-baru ini menghadap dan makan malam dengan Presiden Jokowi.


Menurut Adi, PKB dan PKS juga disebut tengah berupaya untuk melakukan rekonsiliasi politik.


Itu disampaikan Adi Prayitno merespons sikap Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh yang memenuhi undangan bertemu dari Presiden Joko Widodo, Senin (19/2/2024).


“Koalisi pendukung AMIN ini secara perlahan satu persatu sudah mulai mencari titik aman masing-masing, memang sampai saat ini belum diumumkan, kubu ini dibubarkan atau tidak,” ujar Adi.


“Tapi ada kecenderungan bahwa kubu AMIN, PKS kemudian PKB dan NasDem sepertinya memang sedang mencoba untuk mencari posisi apa yang harus mereka lakukan pasca-pilres.”


Adi lebih lanjut pun menduga, Partai NasDem menjadi salah satu parpol pendukung Anies-Muhaimin yang akan segera melakukan rekonsiliasi dengan Jokowi dan Prabowo-Gibran.


“Saya menduga NasDem salah satu partai politik yang sangat mungkin akan segera melakukan rekonsiliasi politik dengan Jokowi, dengan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Tentu terkait dengan bagaimana komposisi kabinet ke depan,” ujar Adi.


Sebelumnya kemarin, Presiden Jokowi mengundang Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh ke Kompleks Istana Kepresidenan.


Dalam pertemuan 1 jam, Presiden Jokowi dan Surya Paloh membahas soal tantangan global hingga isu pemilu. “Kehadiran Ketum NasDem Pak Surya Paloh di Istana Negara adalah memenuhi undangan makan malam Presiden Jokowi,” ujar Sekjen Partai NasDem Hermawi Taslim dalam keterangan tertulis kemarin.


Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dianggap sudah memberi sinyalemen ‘lempar handuk’ (angkat tangan -red) terhadap hasil Pilpres 2024 yang menempatkan Anies-Baswedan dan Muhaimin Iskandar berada di posisi kedua berdasar hasil hitung cepat.


Adi Prayitno juga merespons sikap Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh yang memenuhi undangan bertemu dari Presiden Joko Widodo, Senin (19/2/2024).


“Ini semacam satu sinyalemen bahwa salah satu partai pendukungnya itu sudah melempar handuk terkait dengan hasil Pilpres 2024,” ucap Adi.


Menurut Adi, Surya Paloh juga tidak sensitif di tengah upaya yang dilakukan Timnas AMIN dalam menginvestigasi dugaan kecurangan Pilpres 2024.


“Karena tentu pertemuan ini dinilai oleh publik tidak sensitif di tengah upaya-upaya AMIN misalnya terus mencoba mereka ini menginvestigasi persoalan yang mereka sebut penuh dengan kecurangan sepanjang pemilu ini,


tapi salah satu partai pendukungnya sudah bertemu dengan Presiden yang publik tahu bahwa dukungan politiknya itu ke (nomor) 2,” kata Adi.


“Oleh karena itu pertemuan ini sebenarnya semakin mempertebal dalam banyak hal, salah satu partai pendukungnya Amin sudah mengakui dari lubuk hati yang paling dalam mereka, soal hasil pemilu di 2024,


meski quick count, bahwa paslon nomor 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka itu diunggulkan, ini bisa dipastikan tidak akan memiliki jarak selisih yang signifikan dengan hasil real count di KPU.”


Disisi lain, Anies Baswedan disebut sudah memperingatkan kepada Timnas Anies-Muhaimin untuk tidak menyangkal hasil yang diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait pemenang Pilpres 2024.


Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Timnas Anies-Muhaimin, Billy David 


“Pak Anies sampaikan di tanggal 14 malam bahwa kita paslon AMIN adalah pejuang yang demokratis apapun nanti hasilnya, ketika wasit yang memimpin pertandingan penyelenggara Pemilu tanggal 20 Maret mengumumkan, tentu kita tidak boleh menyangkal hal itu,” kata Billy.


“Karena itu sebuah pernyataan resmi, sebuah pernyataan secara konstitusi yang sah dan kita perlu mendukung itu.”


Namun di luar instruksi itu, kata Billy, semua proses terus dilakukan oleh Tim Hukum Nasional Anies-Muhaimin baik di Bawaslu atau pun KPU.


“Di luar itu segala proses tetap kita lakukan secara konsisten, baik itu pengawalan di Bawaslu atau pun pengawalan di KPU, dan tentu juga selain proses pascapemilu ini, tetap kita ingin menegakkan atau ingin mengingatkan bahwa di proses prapemiliu ini banyak sekali hal yang nggak benar sehingga pemilu ini berjalan dengan demikian,” kata Billy.


Konsistensi itu, lanjut Billy, dilakukan Timnas Anies-Muhaimin karena menganggap Pilpres 2024 bukan hanya sebagai pertarungan suara tetapi moral.


“Selain segala dugaan pelanggaran tentang angka, kita kan juga tetap konsisten dari awal.


Kami tetap konsisten menyuarakan, bahwa kita punya yang namanya pertarungan moral, dari awal itu kita tegakkan,” pungkasnya.

×