-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

IHSG Melemah 1,37% Sepekan, Asing Net Buy Rp 759 Miliar Meski Pasar Tertekan

Januari 26, 2026 Last Updated 2026-01-26T04:58:25Z



Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan di zona merah sekaligus mencatatkan koreksi cukup dalam secara mingguan. Tekanan jual masih membayangi pasar saham domestik meskipun aktivitas transaksi tetap ramai.


Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip dari RTI, IHSG turun 41 poin atau 0,46% ke level 8.951,01 pada penutupan perdagangan Jumat (23/1/2026). Dengan capaian tersebut, IHSG tercatat melemah 1,37% sepanjang sepekan terakhir.


Pelemahan IHSG dipicu oleh mayoritas sektor yang bergerak di zona merah. Dari 11 indeks sektoral, sembilan sektor menjadi pemberat pergerakan indeks. Sektor transportasi mencatat penurunan terdalam sebesar 2,29%, diikuti sektor barang konsumer non primer yang melemah 2,25%.


Tekanan juga terlihat pada sektor perindustrian yang turun 1,53% serta sektor energi yang terkoreksi 0,96%. Sementara itu, hanya dua sektor yang mampu bergerak di zona hijau dan menahan laju penurunan IHSG.


Di tengah koreksi indeks, aktivitas perdagangan saham di BEI tetap terpantau ramai. Total volume transaksi pada Jumat mencapai 63,6 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp31,77 triliun. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 495 saham melemah, 191 saham menguat, dan 118 saham bergerak stagnan.


Menariknya, meski IHSG berada di bawah tekanan, investor asing justru mencatatkan aksi beli bersih atau net buy yang cukup besar pada perdagangan Jumat. Asing membukukan net buy sebesar Rp759 miliar di seluruh pasar.


Namun demikian, jika ditarik secara mingguan, investor asing masih mencatatkan jual bersih atau net sell jumbo senilai Rp3,05 triliun. Hal ini mencerminkan sikap selektif investor asing di tengah volatilitas pasar.


Sepanjang sepekan, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi saham yang paling banyak diborong investor asing dengan nilai beli bersih mencapai Rp742,45 miliar. Posisi berikutnya ditempati PT Petrosea Tbk (PTRO) dengan net buy Rp494,98 miliar dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) sebesar Rp467,95 miliar.


Saham PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) juga masuk dalam daftar saham favorit asing dengan masing-masing net buy Rp438,14 miliar dan Rp403,37 miliar. Selain itu, asing turut memborong saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), serta PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR).


Sebaliknya, di sisi penjualan, investor asing paling banyak melepas saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai net sell mencapai Rp3,46 triliun. Tekanan jual besar juga terjadi pada saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp1,53 triliun.


Saham teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) turut dilepas asing dengan nilai Rp369,01 miliar, diikuti PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) dan PT Timah Tbk (TINS). Selain itu, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), serta PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga masuk dalam daftar saham yang paling banyak dijual investor asing sepanjang sepekan.

×