Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Takut Disita AS, Kapal Tanker Minyak Venezuela Ganti Nama dan Kibarkan Bendera Rusia

Januari 01, 2026 Last Updated 2026-01-01T07:32:06Z



Sebuah kapal tanker minyak yang sebelumnya dikenal sebagai Bella 1 mendadak menjadi sorotan internasional setelah diketahui mengganti identitas dan kini terdaftar resmi di Rusia. Kapal tersebut kini menggunakan nama Marinera serta mengibarkan bendera Rusia, langkah yang dinilai sebagai upaya menghindari penegakan hukum Amerika Serikat (AS).


Kapal tanker ini sebelumnya dilaporkan tengah menghindari otoritas AS di kawasan Samudra Atlantik dan Laut Karibia. Bella 1 diketahui sedang dalam perjalanan untuk mengambil muatan minyak dari pelabuhan Venezuela sebelum akhirnya dicegat oleh Penjaga Pantai AS.


Ganti Nama dan Daftar di Rusia


Berdasarkan data Russian Maritime Register of Shipping, Bella 1 kini tercatat sebagai Marinera, dengan pelabuhan asal di Sochi. Lembaga tersebut merupakan badan negara Rusia yang berfungsi sebagai otoritas maritim resmi Kremlin.


Perubahan identitas ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pengamat internasional. Kapal tersebut diduga berupaya memanfaatkan perlindungan hukum internasional dengan mengibarkan bendera Rusia, meski sebelumnya tidak memiliki kewarganegaraan kapal yang sah.


“Masih belum jelas apakah pendaftaran mendadak oleh Rusia ini dapat dianggap sah,” ujar David Tannenbaum, mantan pejabat kepatuhan sanksi Departemen Keuangan AS, seperti dikutip New York Times, Rabu (31/12/2025).


Menurut Tannenbaum, langkah ini mencerminkan pola yang lebih luas, di mana Rusia diduga menjadi tempat perlindungan terakhir bagi kapal-kapal yang terlibat pengangkutan minyak dari Rusia, Iran, dan Venezuela yang melanggar sanksi internasional.


Hindari Penyitaan oleh Penjaga Pantai AS


Insiden bermula pada Sabtu (20/12/2025) ketika Bella 1 didekati oleh kapal Penjaga Pantai AS di Laut Karibia. Namun, kapal tanker tersebut menolak untuk berhenti dan terus menghindari upaya penyitaan hingga kini.


Saat didekati, kapal tidak mengibarkan bendera nasional yang sah. Berdasarkan hukum internasional, kondisi tersebut menjadikan kapal sebagai stateless vessel atau kapal tanpa kewarganegaraan, yang secara hukum dapat disita.


Pemerintah AS telah mengeluarkan surat perintah penyitaan atas Bella 1 karena riwayat pengangkutan minyak Iran, yang menurut pejabat AS digunakan untuk membiayai aktivitas terorisme.


Meski demikian, upaya boarding dianggap berisiko tinggi karena kapal masih bergerak dan berpotensi menghadapi kru yang bersikap agresif. Hingga kini, otoritas AS memilih untuk terus memantau pergerakan kapal tersebut.


Terkait Perdagangan Minyak Venezuela


Bella 1 atau Marinera juga diduga kuat terlibat dalam jaringan perdagangan minyak Venezuela, sektor yang menjadi sasaran utama sanksi AS untuk menekan pemerintahan Presiden Nicolas Maduro.


Ekonomi Venezuela sendiri sangat bergantung pada ekspor minyak, terutama ke China. Sebelumnya, AS telah menyita dua kapal tanker lain yang terkait perdagangan minyak Venezuela pada Desember 2025. Bella 1 diperkirakan akan menjadi kapal ketiga.


Namun hingga kini, sikap resmi pemerintah Rusia terkait pendaftaran kapal tersebut masih belum jelas. Kedutaan Besar Rusia di Washington belum memberikan tanggapan, begitu pula Gedung Putih, Departemen Pertahanan AS, dan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS.

×