Penyanyi sekaligus dokter bedah plastik Teuku Adifitrian alias Tompi akhirnya bertemu langsung dengan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka setelah sebelumnya ramai menjadi sorotan publik terkait responsnya atas materi roasting komika Pandji Pragiwaksono.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam audiensi bersama sejumlah artis dan pelaku industri kreatif di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (5/1/2026). Tompi menegaskan, dialog dengan Wapres Gibran jauh dari polemik personal dan lebih berfokus pada isu serius, khususnya penanganan dan pemulihan pascabencana di Sumatera.
Bahas Pemulihan Pascabencana Aceh dan Sumbar
Tompi mengungkapkan, pertemuan dengan Wapres Gibran berlangsung santai namun sarat substansi. Fokus utama diskusi adalah evaluasi program bantuan yang telah berjalan serta perencanaan langkah lanjutan agar pemulihan masyarakat terdampak bencana di Aceh dan Sumatera Barat dapat berlangsung lebih cepat dan berkelanjutan.
“Pertemuannya sebenarnya casual banget, tapi yang dibahas serius, yaitu program-program penanganan bencana Sumatera yang sudah dikerjakan,” ujar Tompi, Selasa (6/1/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Gibran memberikan apresiasi kepada para musisi dan seniman yang telah terlibat aktif membantu korban bencana, termasuk melalui penggalangan dana.
Program 100 Musisi Kumpulkan Rp17,2 Miliar
Tompi menyebut program “100 Musisi” yang digagas bersama rekan-rekannya berhasil menghimpun dana sebesar Rp17,2 miliar untuk mendukung upaya kemanusiaan di wilayah terdampak.
Selain membahas bantuan yang telah disalurkan, Tompi juga memaparkan sejumlah usulan program lanjutan, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Salah satu gagasan yang disampaikan adalah penyediaan dapur umum bagi masyarakat Aceh dan Sumatera Barat yang masih mengalami keterbatasan sarana memasak akibat bencana.
“Bagaimana bisa di-support dapur umum buat sahur dan buka puasa. Ini di luar bantuan-bantuan yang tetap berjalan,” jelas Tompi.
Menurutnya, Ramadan dan Lebaran memiliki nilai penting bagi masyarakat setempat, sehingga dukungan tersebut diharapkan dapat membantu warga menjalankan ibadah dengan lebih tenang.
Rencana Bentuk Tim Medis dan Mental Healing Anak
Tak hanya soal pangan, para seniman juga menyoroti kebutuhan layanan kesehatan bagi korban bencana. Tompi menyebut rencana pembentukan tim medis yang akan turun langsung ke lokasi, melibatkan berbagai dokter spesialis.
“Nanti mau digilir, mulai dari dokter kulit, bedah plastik, bedah tulang, sampai bedah umum,” katanya.
Selain itu, perhatian juga diberikan pada pemulihan psikologis anak-anak yang terdampak bencana. Para pelaku industri kreatif berencana membentuk tim khusus yang melibatkan musisi, sineas, pendongeng, hingga psikolog untuk mendukung mental healing anak secara berkelanjutan.
“Pengennya ini bukan sekali jalan, tapi berkelanjutan,” tegas Tompi.
Sorotan Soal Roasting Pandji dan Isu Ptosis
Sebelumnya, Tompi sempat menjadi perhatian publik setelah mengkritik materi stand-up comedy Pandji Pragiwaksono dalam pertunjukan Mens Rea yang menyinggung kondisi mata Wapres Gibran.
Tompi menegaskan bahwa kondisi mata yang tampak sayu merupakan ptosis, yaitu kondisi medis yang dapat memengaruhi fungsi penglihatan dan psikologis penderitanya.
“Apa yang terlihat ‘mengantuk’ pada mata, dalam dunia medis dikenal sebagai ptosis dan sama sekali bukan bahan lelucon,” tulis Tompi melalui akun Instagram @dr_tompi, dikutip Senin (5/1/2026).
Ia menilai kritik dan humor sah dalam demokrasi, namun menertawakan kondisi fisik yang tidak bisa dipilih seseorang menunjukkan kurangnya empati.
Hingga kini, Pandji Pragiwaksono maupun Wapres Gibran belum memberikan pernyataan langsung terkait polemik tersebut. Namun, Gibran sempat mengunggah konten Instagram dengan menggunakan lagu karya Pandji, yang dinilai warganet sebagai respons simbolik.

