-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

10 Makanan yang Harus Dihindari Penderita Darah Tinggi agar Tekanan Darah Tetap Stabil

Februari 09, 2026 Last Updated 2026-02-09T08:26:00Z



Makanan yang harus dihindari penderita darah tinggi penting diketahui untuk menjaga tekanan darah tetap stabil serta mencegah komplikasi serius seperti stroke, serangan jantung, dan penyakit ginjal.


Tanpa disadari, banyak makanan sehari-hari mengandung garam, lemak jenuh, dan gula tinggi yang dapat memicu lonjakan tekanan darah. Karena itu, pengidap hipertensi perlu lebih selektif dalam memilih asupan harian.


Berikut daftar makanan pantangan bagi penderita darah tinggi yang dirangkum dari Medical News Today, Healthline, WebMD, dan British Heart Foundation.


1. Makanan Tinggi Garam


Asupan natrium berlebih merupakan penyebab utama tekanan darah tinggi. Batas aman konsumsi garam harian adalah maksimal 2.300 mg atau sekitar 1 sendok teh per hari.


Namun, sebagian besar garam justru berasal dari makanan olahan seperti:


Roti dan sereal


Pizza


Sup kalengan


Daging asap


Tips: selalu cek label gizi dan pilih produk rendah natrium, atau masak sendiri di rumah.


2. Makanan Olahan dan Kemasan


Makanan cepat saji, mi instan, nugget, dan frozen food mengandung garam, lemak jenuh, serta pengawet tinggi.


Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah secara signifikan.


Alternatif sehat: sayuran rebus, ikan kukus, atau ayam tanpa kulit.


3. Daging Merah dan Daging Olahan


Daging sapi, kambing, dan babi—terutama yang diproses seperti sosis, bacon, dan ham—mengandung lemak jenuh dan sodium tinggi.


Metabolisme daging merah juga dapat memicu peningkatan tekanan darah.


Pengganti sehat: ikan, tahu, tempe, atau dada ayam tanpa kulit.


4. Makanan dan Minuman Tinggi Gula


Gula berlebih berkontribusi pada obesitas yang berkaitan langsung dengan hipertensi.


Studi tahun 2022 menunjukkan fruktosa tinggi dapat meningkatkan penyerapan garam dalam tubuh.


Contohnya:


Minuman bersoda


Jus kemasan


Kue, donat, dan dessert manis


5. Alkohol


Konsumsi alkohol berlebihan dapat:


Menaikkan tekanan darah


Mengganggu efektivitas obat hipertensi


Batas aman:


Pria: maksimal 2 gelas per hari


Wanita: maksimal 1 gelas per hari


Jika sulit berhenti, buat jadwal hari tanpa alkohol setiap minggu.


6. Makanan Tinggi Lemak Jenuh


Mentega, keju penuh lemak, krim, dan gorengan mengandung lemak jenuh yang dapat:


Mempersempit pembuluh darah


Meningkatkan kolesterol jahat (LDL)


Ganti dengan lemak sehat: alpukat, minyak zaitun, kacang-kacangan, dan ikan salmon.


7. Makanan Asin seperti Acar dan Saus


Acar, kecap asin, saus tomat, dan sambal botolan memiliki kadar natrium tinggi, meski tidak selalu terasa asin.


Tanpa disadari, bumbu ini bisa menyumbang lebih dari separuh kebutuhan garam harian.


Alternatif: gunakan rempah, perasan lemon, atau cuka apel.


8. Keju dan Susu Penuh Lemak


Beberapa keju seperti cheddar, parmesan, dan cottage cheese mengandung sodium tinggi.


Susu full cream juga tinggi lemak jenuh.


Pilihan lebih aman: keju rendah garam, mozzarella segar, ricotta, dan susu rendah lemak.


9. Kafein Berlebihan


Kafein dapat meningkatkan tekanan darah sementara, terutama pada orang yang sensitif.


Menurut WebMD, konsumsi lebih dari dua cangkir kopi per hari bisa meningkatkan risiko komplikasi hipertensi.


Saran: batasi kopi 1–2 cangkir per hari atau pilih kopi decaf.


10. Sup Kalengan dan Saus Tomat Kemasan


Sup kalengan dan saus botolan sering mengandung sodium tinggi agar tahan lama.


Sebagai gambaran, 1 cangkir sup tomat kalengan bisa mengandung hingga 1.200 mg garam, lebih dari setengah batas harian.


Alternatif: buat sup sendiri dari bahan segar dengan sedikit garam.


Kesimpulan


Mengetahui makanan yang harus dihindari penderita darah tinggi adalah langkah penting untuk mengontrol tekanan darah.


Hindari makanan tinggi garam, lemak jenuh, dan gula, lalu gantikan dengan:


Sayuran segar


Buah-buahan


Ikan


Biji-bijian utuh


Dengan pola makan sehat, olahraga teratur, dan pemeriksaan rutin, penderita hipertensi tetap bisa hidup sehat dan terhindar dari komplikasi serius.

×