-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

6 Jenis Makanan yang Bisa Memicu Pertumbuhan Sel Kanker jika Dikonsumsi Berlebihan

Februari 06, 2026 Last Updated 2026-02-06T08:09:33Z



Kanker merupakan salah satu penyakit berbahaya yang hingga kini masih menjadi momok bagi banyak orang. Penyakit ini muncul akibat pertumbuhan sel-sel abnormal yang tidak terkendali dan dapat menyerang hampir seluruh organ tubuh.


Berbagai faktor dapat memicu kanker, mulai dari gaya hidup tidak sehat, paparan zat kimia berbahaya, hingga pola makan yang kurang tepat. Tanpa disadari, beberapa jenis makanan yang sering dikonsumsi sehari-hari ternyata dapat meningkatkan risiko tumbuhnya sel kanker, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan atau diolah dengan cara yang tidak sehat.


Dilansir dari laman Healthline, berikut enam jenis makanan yang berpotensi memicu pertumbuhan sel kanker.


1. Makanan yang Terlalu Matang atau Gosong


Memasak makanan, khususnya daging, dengan suhu terlalu tinggi hingga gosong dapat menghasilkan zat berbahaya seperti heterocyclic amines (HCAs) dan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs). Kedua senyawa ini diketahui dapat merusak DNA sel dan meningkatkan risiko kanker.


Zat tersebut biasanya terbentuk saat proses memanggang, barbeque, atau menggoreng terlalu lama. Selain itu, makanan bertepung seperti kentang yang dimasak terlalu matang juga dapat menghasilkan akrilamida, senyawa yang berpotensi karsinogenik.


Untuk mengurangi risiko, disarankan memilih metode memasak yang lebih aman seperti merebus, mengukus, atau memanggang dengan suhu rendah.


2. Produk Susu


Produk susu seperti susu, keju, dan yogurt memang kaya nutrisi, namun beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker prostat pada pria.


Hal ini dikaitkan dengan peningkatan hormon insulin-like growth factor 1 (IGF-1) yang berperan dalam pertumbuhan sel. Jika kadarnya terlalu tinggi, hormon ini dapat mendorong perkembangan sel kanker.


Meski demikian, produk susu tidak perlu dihindari sepenuhnya. Konsumsi dalam jumlah wajar dan seimbang tetap aman sebagai bagian dari pola makan sehat.


3. Daging Olahan


Daging olahan seperti sosis, ham, dendeng, dan hot dog melalui proses pengawetan seperti pengasapan atau pengasinan. Proses ini dapat menghasilkan zat karsinogen yang meningkatkan risiko kanker.


Organisasi kesehatan dunia telah mengaitkan konsumsi daging olahan dengan peningkatan risiko kanker usus besar, lambung, dan beberapa jenis kanker lainnya. Oleh karena itu, sebaiknya konsumsi daging olahan dibatasi dan diganti dengan sumber protein yang lebih sehat seperti ikan, ayam segar, atau kacang-kacangan.


4. Makanan yang Digoreng


Makanan yang digoreng, terutama yang berbahan dasar tepung atau pati, dapat menghasilkan akrilamida saat dimasak pada suhu tinggi. Senyawa ini berpotensi merusak DNA dan meningkatkan risiko kanker jika dikonsumsi dalam jangka panjang.


Selain itu, makanan gorengan umumnya tinggi lemak dan kalori, yang dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes tipe 2. Kedua kondisi tersebut berhubungan dengan peradangan kronis yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker.


5. Gula dan Karbohidrat Olahan


Makanan tinggi gula dan karbohidrat olahan seperti roti putih, kue, minuman manis, dan nasi putih dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat.


Konsumsi berlebihan dapat memicu obesitas dan diabetes tipe 2, yang diketahui meningkatkan risiko beberapa jenis kanker, termasuk kanker payudara dan rahim. Lingkungan tubuh dengan kadar gula tinggi juga dapat mendukung pertumbuhan sel kanker.


Sebagai alternatif, pilihlah karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, dan roti gandum utuh.


6. Alkohol


Alkohol di dalam tubuh akan dipecah menjadi asetaldehida, senyawa yang bersifat karsinogenik. Zat ini dapat merusak DNA dan melemahkan sistem kekebalan tubuh.


Pada wanita, konsumsi alkohol juga dapat meningkatkan kadar hormon estrogen yang berkaitan dengan risiko kanker payudara. Selain itu, alkohol meningkatkan risiko kanker hati, kerongkongan, dan mulut.


Membatasi atau menghindari konsumsi alkohol merupakan langkah penting untuk menurunkan risiko kanker.


Kesimpulan


Tidak semua makanan di atas langsung menyebabkan kanker, namun konsumsi berlebihan dan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risikonya. Pola makan seimbang, cara memasak yang sehat, serta gaya hidup aktif merupakan kunci utama dalam pencegahan kanker sejak dini.

×