Nama Jeffrey Epstein kembali menjadi sorotan global setelah kasus lamanya kembali dibuka ke ruang publik. Perhatian publik meningkat usai otoritas hukum Amerika Serikat merilis arsip besar terkait salah satu skandal kriminal paling menghebohkan dalam sejarah modern.
Melansir Britannica, pada 30 Januari 2026 Departemen Kehakiman Amerika Serikat (Department of Justice/DOJ) membuka lebih dari tiga juta halaman dokumen terkait kasus Epstein. Publik pun kembali mempertanyakan siapa sebenarnya Jeffrey Epstein dan mengapa kasusnya terus menarik perhatian hingga bertahun-tahun setelah kematiannya.
Biodata Jeffrey Epstein
Nama Lengkap: Jeffrey Edward Epstein
Tempat Lahir: Brooklyn, New York, Amerika Serikat
Tanggal Lahir: 20 Januari 1953
Kewarganegaraan: Amerika Serikat
Profesi: Pengusaha keuangan
Catatan Kriminal: Kejahatan seksual dan perdagangan seks
Status: Meninggal dunia (bunuh diri di penjara, Agustus 2019)
1. Sosok Jeffrey Epstein dan jejak kasusnya
Jeffrey Epstein dikenal sebagai pengusaha keuangan yang berhasil mengumpulkan kekayaan besar dan menjalin hubungan dengan berbagai elite global. Namun, namanya tercoreng setelah terungkap kasus kejahatan seksual yang melibatkan perempuan, termasuk anak di bawah umur.
Kekayaan dan koneksinya membuat Epstein memiliki akses ke tokoh-tokoh berpengaruh dunia. Perjalanan hidupnya berakhir tragis ketika ia ditemukan meninggal dunia di dalam sel penjara Manhattan pada Agustus 2019 saat menunggu persidangan federal.
2. Dari pengajar hingga pengelola harta elite
Karier Epstein dimulai secara tidak lazim. Pada 1974, ia sempat menjadi guru fisika dan matematika di Sekolah Dalton, Manhattan. Tak lama kemudian, ia beralih ke dunia finansial dan bekerja di Bear Stearns, salah satu firma investasi Wall Street.
Pada 1988, Epstein mendirikan J. Epstein & Company dan dipercaya mengelola aset miliarder Leslie H. Wexner. Posisi ini menjadi titik balik yang membuat kekayaannya melonjak dan memperluas jejaringnya di kalangan elite global.
3. Tuduhan awal yang membuka skandal besar
Kasus Epstein pertama kali mencuat pada 2005 setelah laporan pelecehan seksual terhadap remaja perempuan di Palm Beach. Salah satu korban berusia 14 tahun menjadi pemicu penyelidikan besar yang menyeret Epstein ke meja hukum.
Ia sempat mengaku bersalah dan menjalani hukuman penjara selama 13 bulan. Namun pada Juli 2019, Epstein kembali ditangkap atas tuduhan perdagangan seks dan ditahan tanpa jaminan. Proses hukum tersebut terhenti setelah ia ditemukan tewas bunuh diri pada 10 Agustus 2019.
4. Epstein Files dan kontroversi global
Setelah kematiannya, publik menyoroti dokumen yang dikenal sebagai Epstein Files. Berkas ini berisi ribuan dokumen yang mencantumkan nama tokoh-tokoh berpengaruh dunia, memicu perdebatan luas dan tekanan publik agar jaringan Epstein diusut tuntas.
Beberapa dokumen memuat klaim sensitif, termasuk korespondensi dengan tokoh dunia seperti Bill Gates, Pangeran Andrew, Bill Clinton, hingga laporan yang menyinggung situasi politik Indonesia. Meski demikian, keberadaan nama-nama tersebut tidak otomatis membuktikan keterlibatan pidana.
Kasus Jeffrey Epstein menjadi gambaran nyata bagaimana kekuasaan, uang, dan jaringan elite dapat menutupi kejahatan selama bertahun-tahun sebelum akhirnya terungkap ke publik.

