-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Hadapi Krisis Global, Pemerintah Diminta Cari Sumber Minyak Baru Demi Jaga Pasokan Energi

Maret 27, 2026 Last Updated 2026-03-27T07:12:56Z



Ketegangan geopolitik global kembali memengaruhi sektor energi, termasuk di Indonesia. Di tengah situasi yang tidak menentu, pemerintah mulai mengambil langkah antisipatif untuk memastikan pasokan energi nasional tetap aman.


Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperluas sumber impor minyak dari berbagai negara.


Arahan Presiden untuk Amankan Pasokan


Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa dirinya mendapat instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk mencari alternatif pasokan minyak.


Instruksi tersebut merupakan respons atas kondisi global yang dipicu konflik di Timur Tengah.


“Presiden memerintahkan untuk segera mencari pasokan minyak dari hampir semua negara,” ujar Bahlil dalam kunjungan kerja di Karanganyar, Jawa Tengah.


Konflik Timur Tengah Sulit Diprediksi


Bahlil menyoroti eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang berpotensi mengganggu stabilitas pasokan minyak dunia.


Menurutnya, situasi geopolitik seperti ini sangat sulit diprediksi, sehingga pemerintah perlu menyiapkan langkah mitigasi sejak dini.


Pasokan Energi Nasional Masih Aman


Meski kondisi global bergejolak, pemerintah memastikan pasokan energi dalam negeri masih dalam kondisi aman. Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) seperti bensin dan solar, serta elpiji, disebut masih stabil dalam beberapa hari ke depan.


Bahlil menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan energi dalam waktu dekat.


Ketergantungan Impor Masih Tinggi


Namun demikian, Indonesia masih memiliki ketergantungan cukup besar terhadap impor energi.


Untuk solar, kebutuhan dalam negeri sudah relatif terpenuhi. Namun, sekitar 50 persen kebutuhan bensin masih berasal dari impor, sementara elpiji bahkan mencapai sekitar 70 persen dari luar negeri.


Kapal Pertamina Tertahan di Timur Tengah


Di tengah konflik, dua kapal milik Pertamina dilaporkan masih tertahan di kawasan Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz.


Meski demikian, kedua kapal tersebut dipastikan dalam kondisi aman dan terus dipantau. Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri juga aktif berkomunikasi dengan otoritas terkait untuk memastikan kelancaran pelayaran.


Diversifikasi Jadi Strategi Utama


Melihat kondisi tersebut, pemerintah berencana mencari sumber impor alternatif di luar kawasan Timur Tengah. Strategi ini dinilai penting untuk mengurangi risiko gangguan pasokan akibat konflik.


Diversifikasi sumber energi diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada satu wilayah tertentu.


Kesimpulan


Langkah pemerintah dalam memperluas sumber impor minyak menunjukkan upaya serius dalam menjaga ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian global.


Ke depan, dinamika geopolitik akan terus menjadi tantangan, sehingga kebijakan yang cepat, adaptif, dan strategis menjadi kunci untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.

×