-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Ilmuwan NASA Curiga Ada Tanda Kehidupan di Venus, Jaraknya ‘Tetanggaan’ dengan Bumi

Maret 16, 2026 Last Updated 2026-03-16T00:54:38Z


Temuan mengejutkan datang dari NASA yang mengungkap adanya indikasi kemungkinan tanda kehidupan di planet Venus, salah satu tetangga terdekat Bumi di dalam Tata Surya.


Informasi ini disampaikan oleh ilmuwan dari NASA Goddard Space Flight Center, Michelle Thaller, yang menyebut bahwa penelitian terbaru menunjukkan adanya zat di atmosfer Venus yang kemungkinan dihasilkan oleh mikroorganisme.


Menurut Thaller, para ilmuwan selama ini memperkirakan kehidupan di luar Bumi mungkin ditemukan di berbagai tempat di Tata Surya. Namun ia mengaku cukup terkejut ketika penelitian justru mengarah ke Venus.


“Saya yakin kita akan menemukan kehidupan di planet lain. Dalam Tata Surya kita sebenarnya sudah sangat dekat, meski belum bisa memastikan sepenuhnya,” ujarnya dalam laporan yang dikutip dari Mirror.


Atmosfer Venus Diduga Mengandung Jejak Aktivitas Mikroba


Penelitian yang dilakukan para ilmuwan menemukan senyawa tertentu di atmosfer Venus yang memiliki karakteristik mirip dengan gas yang dihasilkan oleh bakteri di Bumi.


Temuan ini membuat para peneliti mulai mempertimbangkan kemungkinan adanya mikroorganisme yang hidup di lapisan atmosfer Venus, meskipun kondisi permukaan planet tersebut dikenal sangat ekstrem.


Venus Bukan Planet yang Ramah untuk Kehidupan


Meski demikian, banyak ilmuwan menilai Venus sebagai lingkungan yang sangat sulit dihuni makhluk hidup. Planet ini merupakan planet kedua terdekat dari Matahari, dengan jarak rata-rata sekitar 107,8 juta kilometer.


Suhu permukaan Venus bisa mencapai ratusan derajat Celsius, cukup panas untuk melelehkan logam tertentu. Selain itu, atmosfernya juga sangat beracun karena didominasi oleh karbon dioksida serta awan Asam Sulfat yang pekat.


Kondisi atmosfer tersebut menyebabkan efek rumah kaca ekstrem yang membuat panas terperangkap di dalam planet.


Ahli Astrobiologi Ingatkan Syarat Kehidupan


Sejumlah ilmuwan lain masih bersikap hati-hati menanggapi temuan tersebut. Salah satunya adalah ahli astrobiologi dari University College London, Dominic Papineau.


Papineau menegaskan bahwa syarat utama untuk keberadaan kehidupan adalah adanya **Air dalam bentuk cair. Air cair diperlukan agar reaksi kimia yang berkaitan dengan kehidupan dapat berlangsung.


Selain itu, para peneliti juga biasanya mencari jejak fosil melalui batuan sedimen yang pernah bersentuhan dengan air cair di masa lalu.


Menurutnya, pencarian kehidupan di luar Bumi masih membutuhkan bukti ilmiah yang jauh lebih kuat sebelum bisa dipastikan benar-benar ada makhluk hidup di planet lain.


Venus Kembali Jadi Target Penelitian Antariksa


Meski masih menjadi perdebatan, temuan ini membuat Venus kembali menjadi fokus penelitian ilmuwan dunia. Dalam beberapa tahun ke depan, berbagai misi antariksa direncanakan untuk mempelajari atmosfer dan kondisi planet tersebut lebih dalam.


Jika bukti kehidupan mikroba benar-benar ditemukan, hal itu akan menjadi salah satu penemuan terbesar dalam sejarah ilmu pengetahuan dan dapat mengubah pemahaman manusia tentang kehidupan di alam semesta. 

×