-->
×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Iran Ubah Taktik Perang, Siap Gunakan Rudal Berhulu Ledak 1 Ton Serang AS dan Israel

Maret 10, 2026 Last Updated 2026-03-10T07:34:06Z



Iran dilaporkan mulai mengubah strategi militernya dalam menghadapi Amerika Serikat dan Israel. Teheran kini berencana meluncurkan rudal dengan hulu ledak lebih besar setelah mengklaim berhasil menembus sistem pertahanan udara musuh.


Komandan Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Majid Mousavi, mengatakan bahwa mulai saat ini Iran hanya akan menggunakan rudal dengan hulu ledak minimal satu ton dalam operasi militernya.


“Mulai sekarang, tidak ada rudal dengan hulu ledak kurang dari 1 ton yang akan diluncurkan. Durasi peluncuran dan level gelombang serangan akan bertambah, dan jangkauannya akan lebih luas,” ujar Mousavi melalui unggahannya di media sosial X, Selasa (10/3/2026).


Pernyataan tersebut menandai perubahan signifikan dalam taktik militer Iran di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah.


Iran Luncurkan Gelombang Serangan Baru


Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Iran merilis video peluncuran sejumlah rudal yang diarahkan ke wilayah Israel dan aset militer Amerika Serikat di kawasan tersebut. Serangan itu merupakan bagian dari operasi militer yang dinamakan Operation True Promise 4.


Dalam gelombang serangan ke-31 operasi tersebut, rudal-rudal yang diluncurkan disebut didedikasikan untuk pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.


IRGC menyebut serangan tersebut dilakukan terhadap target yang mereka sebut sebagai “Amerika-Zionis” dengan menggunakan rudal berdaya hancur besar.


Gunakan Rudal Balistik Khorramshahr-4


Menurut laporan media Timur Tengah, Iran menggunakan rudal balistik Khorramshahr-4, yang diklaim sebagai salah satu senjata paling canggih dalam arsenal militer negara tersebut.


Rudal ini memiliki sejumlah kemampuan utama, antara lain:


Jangkauan hingga 2.000 kilometer


Hulu ledak sekitar 1.500 kilogram


Dirancang mampu menembus sistem pertahanan udara canggih


Sebelumnya, Iran juga merilis video peluncuran rudal Khorramshahr-4 yang menargetkan Ben Gurion Airport di Tel Aviv.


Iran Perluas Target Serangan


Selain meningkatkan kekuatan rudalnya, Iran juga dilaporkan merevisi daftar target serangan. Jika sebelumnya fokus pada instalasi militer Amerika Serikat dan Israel di Timur Tengah, kini Iran mulai mempertimbangkan untuk menyerang aset ekonomi milik Amerika.


Menurut laporan Fars News Agency, langkah tersebut diambil sebagai respons terhadap serangan yang disebut mengancam langsung rakyat Iran.


Seorang pejabat Iran yang dikutip media tersebut mengatakan bahwa perubahan target dilakukan sebagai bagian dari strategi balasan terhadap tekanan militer yang terus meningkat.


Serangan AS-Israel Picu Eskalasi


Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap fasilitas minyak di sekitar Tehran pada Sabtu (8/3/2026).


Serangan tersebut menyebabkan kerusakan signifikan, termasuk pada Shahran Oil Depot. Laporan media menyebutkan asap tebal terlihat membumbung di langit ibu kota Iran setelah beberapa fasilitas penyimpanan minyak terbakar.


Media pemerintah Iran menyebut serangan tersebut sebagai aksi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.


Situasi ini dikhawatirkan dapat memperburuk konflik di kawasan Timur Tengah dan memicu eskalasi militer yang lebih luas dalam waktu dekat.

×