Mojtaba Khamenei resmi diangkat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran ke-3 pada 8 Maret 2026, menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang wafat pada 28 Februari 2026. Pengukuhan dilakukan oleh Majelis Ahli Iran di tengah situasi konflik yang memanas di Timur Tengah.
Meski dilaporkan mengalami luka parah akibat serangan udara, Mojtaba tetap memegang kendali penuh atas pemerintahan, militer, serta kebijakan strategis negara.
📌 Profil Singkat Mojtaba Khamenei
Mojtaba Hosseini Khamenei lahir di Mashhad, Iran, pada 8 September 1969. Ia merupakan putra kedua Ali Khamenei dan Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh.
Biodata utama:
🧑 Nama lengkap: Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei
🎂 Lahir: 8 September 1969 (56 tahun)
📍 Tempat lahir: Mashhad, Iran
👪 Orang tua: Ali Khamenei & Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh
💍 Istri: Zahra Haddad-Adel (menikah 1999, wafat 2026)
👶 Anak: 3 orang
🎓 Pendidikan: Hauzah Qom (seminari Islam di Qom)
🪖 Karier Politik dan Militer
Mojtaba dikenal sebagai figur berpengaruh di balik layar selama masa kepemimpinan ayahnya.
Pernah aktif di Korps Garda Revolusi Islam
Wakil Kepala Staf Pemimpin Agung bidang politik & keamanan (2008–2026)
Memiliki kedekatan kuat dengan elite militer dan jaringan konservatif
Sebagai Pemimpin Tertinggi, ia kini memegang otoritas tertinggi atas militer, kebijakan luar negeri, dan program nuklir Iran.
💥 Luka Parah akibat Serangan Udara
Menurut keterangan diplomatik Iran, Mojtaba mengalami luka serius saat serangan udara Israel pada 28 Februari 2026 di Teheran, ketika ia berada dekat dengan ayahnya.
Laporan menyebutkan ia mengalami:
Patah kaki
Luka robek di wajah
Memar berat di area mata
Kondisi tersebut membuatnya belum tampil di depan publik sejak pengangkatannya dan hanya diwakili rekaman atau gambar arsip di televisi pemerintah.
🕶️ Sosok Kontroversial dan Berpengaruh
Mojtaba Khamenei dikenal sebagai tokoh garis keras dengan pengaruh besar di balik struktur kekuasaan Iran. Ia juga pernah masuk daftar sanksi Departemen Keuangan Amerika Serikat sejak 2019 karena perannya dalam politik regional.
Pada demonstrasi besar tahun 2009, namanya sempat menjadi sasaran kritik keras rakyat. Namun di kalangan elite konservatif, ia dipandang sebagai penerus ideologis ayahnya.
Pengangkatannya di tengah konflik dengan Amerika Serikat dan Israel dinilai sebagai sinyal bahwa Iran tidak akan mengendurkan sikap terhadap tekanan Barat.
🌍 Risiko Eskalasi Konflik Regional
Ketegangan yang melibatkan Iran, AS, dan Israel memicu kekhawatiran global, terutama terkait keamanan jalur energi dan pelayaran strategis seperti Selat Hormuz.
Para analis menilai kepemimpinan Mojtaba berpotensi mempertahankan—bahkan memperkeras—kebijakan luar negeri Iran di tengah situasi perang yang belum mereda.
Meski masih diselimuti misteri karena jarang tampil di publik, Mojtaba Khamenei kini menjadi figur paling menentukan arah masa depan Republik Islam Iran. ⚠️

