-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Mojtaba Khamenei Diangkat Jadi Pemimpin Tertinggi Iran ke-3 Meski Dikabarkan Terluka ⚖️🇮🇷

Maret 16, 2026 Last Updated 2026-03-15T22:56:00Z



Mojtaba Khamenei resmi diangkat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran ke-3 pada 8 Maret 2026, menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang wafat pada 28 Februari 2026. Pengukuhan dilakukan oleh Majelis Ahli Iran di tengah situasi konflik yang memanas di Timur Tengah.


Meski dilaporkan mengalami luka parah akibat serangan udara, Mojtaba tetap memegang kendali penuh atas pemerintahan, militer, serta kebijakan strategis negara.


📌 Profil Singkat Mojtaba Khamenei


Mojtaba Hosseini Khamenei lahir di Mashhad, Iran, pada 8 September 1969. Ia merupakan putra kedua Ali Khamenei dan Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh.


Biodata utama:


🧑 Nama lengkap: Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei


🎂 Lahir: 8 September 1969 (56 tahun)


📍 Tempat lahir: Mashhad, Iran


👪 Orang tua: Ali Khamenei & Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh


💍 Istri: Zahra Haddad-Adel (menikah 1999, wafat 2026)


👶 Anak: 3 orang


🎓 Pendidikan: Hauzah Qom (seminari Islam di Qom)


🪖 Karier Politik dan Militer


Mojtaba dikenal sebagai figur berpengaruh di balik layar selama masa kepemimpinan ayahnya.


Pernah aktif di Korps Garda Revolusi Islam


Wakil Kepala Staf Pemimpin Agung bidang politik & keamanan (2008–2026)


Memiliki kedekatan kuat dengan elite militer dan jaringan konservatif


Sebagai Pemimpin Tertinggi, ia kini memegang otoritas tertinggi atas militer, kebijakan luar negeri, dan program nuklir Iran.


💥 Luka Parah akibat Serangan Udara


Menurut keterangan diplomatik Iran, Mojtaba mengalami luka serius saat serangan udara Israel pada 28 Februari 2026 di Teheran, ketika ia berada dekat dengan ayahnya.


Laporan menyebutkan ia mengalami:


Patah kaki


Luka robek di wajah


Memar berat di area mata


Kondisi tersebut membuatnya belum tampil di depan publik sejak pengangkatannya dan hanya diwakili rekaman atau gambar arsip di televisi pemerintah.


🕶️ Sosok Kontroversial dan Berpengaruh


Mojtaba Khamenei dikenal sebagai tokoh garis keras dengan pengaruh besar di balik struktur kekuasaan Iran. Ia juga pernah masuk daftar sanksi Departemen Keuangan Amerika Serikat sejak 2019 karena perannya dalam politik regional.


Pada demonstrasi besar tahun 2009, namanya sempat menjadi sasaran kritik keras rakyat. Namun di kalangan elite konservatif, ia dipandang sebagai penerus ideologis ayahnya.


Pengangkatannya di tengah konflik dengan Amerika Serikat dan Israel dinilai sebagai sinyal bahwa Iran tidak akan mengendurkan sikap terhadap tekanan Barat.


🌍 Risiko Eskalasi Konflik Regional


Ketegangan yang melibatkan Iran, AS, dan Israel memicu kekhawatiran global, terutama terkait keamanan jalur energi dan pelayaran strategis seperti Selat Hormuz.


Para analis menilai kepemimpinan Mojtaba berpotensi mempertahankan—bahkan memperkeras—kebijakan luar negeri Iran di tengah situasi perang yang belum mereda.


Meski masih diselimuti misteri karena jarang tampil di publik, Mojtaba Khamenei kini menjadi figur paling menentukan arah masa depan Republik Islam Iran. ⚠️

×