-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

AS dan Libanon Desak Israel Hentikan Serangan Jelang Perundingan, Netanyahu Belum Ambil Sikap

April 12, 2026 Last Updated 2026-04-12T08:38:42Z



Amerika Serikat dan Libanon secara resmi meminta Israel menghentikan sementara serangan ke wilayah Libanon menjelang perundingan langsung yang dijadwalkan berlangsung pekan depan.


Permintaan Jeda Serangan Lewat Mediasi AS


Berdasarkan laporan Axios, pemerintah Libanon meminta Israel memberikan “isyarat” dengan menghentikan sementara serangan udara sebelum perundingan dimulai.


Permintaan tersebut disampaikan melalui mediasi Amerika Serikat yang juga disebut mendukung langkah tersebut dan mendorong Israel untuk merespons secara positif.


Namun hingga kini, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu belum mengambil keputusan terkait permintaan tersebut.


Seorang pejabat Israel bahkan menegaskan sikap tegas negaranya dengan menyatakan, “Tidak ada gencatan senjata.”


Menuju Perundingan Langsung di Washington


Perundingan langsung antara Libanon dan Israel dijadwalkan berlangsung di Departemen Luar Negeri AS pada Selasa mendatang.


Pertemuan ini akan mempertemukan duta besar kedua negara dan menjadi dialog langsung pertama dalam upaya meredakan ketegangan.


Sebelumnya, kedua pihak telah melakukan komunikasi trilateral bersama penasihat Menteri Luar Negeri Marco Rubio.


Hasil awal pembicaraan tersebut membuka peluang pertemuan untuk membahas kemungkinan gencatan senjata.


Perbedaan Sikap Masih Tajam


Meski ada rencana dialog, perbedaan pandangan masih terlihat jelas.


Duta Besar Israel untuk AS, Yechiel Leiter, menegaskan bahwa Israel bersedia mendorong perjanjian damai dengan Libanon, tetapi menolak membahas gencatan senjata dengan Hizbullah yang dianggap sebagai organisasi teroris.


Sengketa Meluas ke Isu Regional


Ketegangan ini juga berkaitan dengan dinamika yang lebih luas, termasuk hubungan antara Iran dan Amerika Serikat.


Teheran menilai serangan Israel melanggar kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya dimaksudkan untuk meredakan konflik di kawasan.


Namun, Washington membantah bahwa Libanon termasuk dalam cakupan kesepakatan tersebut.


Di sisi lain, Iran dan mediator dari Pakistan berpendapat bahwa Libanon seharusnya masuk dalam perjanjian tersebut.


Kesimpulan


Upaya mendorong gencatan senjata antara Israel dan Libanon masih menghadapi jalan terjal akibat perbedaan sikap yang tajam. Perundingan di Washington menjadi harapan baru, meski ketegangan kawasan masih berpotensi meningkat.

×