-->
×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Ketegangan di Selat Hormuz, Iran Batasi Akses Kapal di Jalur Minyak Dunia

April 11, 2026 Last Updated 2026-04-11T00:53:53Z



Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali menyorot pentingnya Selat Hormuz sebagai jalur utama distribusi energi global. Meski tidak ditutup sepenuhnya, pemerintah Iran kini memberlakukan pembatasan ketat terhadap kapal-kapal yang melintas.


Kebijakan ini diambil sebagai langkah pengamanan di tengah konflik yang memanas. Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menegaskan bahwa faktor keamanan menjadi prioritas utama dalam pengaturan lalu lintas di jalur strategis tersebut.


Selama ini, Selat Hormuz dikenal sebagai salah satu jalur terpenting dunia karena menjadi penghubung antara Teluk Persia dan Laut Arab. Sebagian besar distribusi minyak global melewati wilayah ini, sehingga setiap gangguan berpotensi berdampak besar pada ekonomi dunia.


Pemerintah Iran menyatakan bahwa akses tetap dibuka, namun hanya untuk negara-negara tertentu yang memenuhi syarat, seperti tidak bersekutu dengan pihak yang dianggap musuh, mematuhi protokol keamanan, serta memiliki hubungan diplomatik yang baik dengan Teheran.


Sejumlah negara yang disebut mendapat izin melintas antara lain Rusia, China, India, Pakistan, dan Irak. Negara-negara tersebut dinilai memiliki hubungan yang stabil dengan Iran.


Selain itu, beberapa negara Asia Tenggara seperti Malaysia dan Thailand juga dilaporkan mendapatkan akses setelah melakukan koordinasi bilateral. Bahkan, Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyampaikan apresiasi atas izin tersebut.


Sementara itu, posisi Indonesia tidak termasuk dalam daftar prioritas, namun juga tidak dilarang sepenuhnya. Kapal tanker milik Pertamina sempat tertahan, namun akhirnya dapat melintas setelah upaya diplomasi intensif oleh pemerintah Indonesia.


Kebijakan pembatasan ini menunjukkan bahwa akses jalur energi global kini sangat dipengaruhi oleh hubungan politik antarnegara. Di tengah situasi yang tidak menentu, diplomasi dan komunikasi bilateral menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran distribusi energi dunia.

×