Bataranews – Sejumlah aktivis nasionalis, tokoh Islam, serta purnawirawan TNI mendeklarasikan Gerakan Kebangsaan Selamatkan Indonesia (GAKSI) dalam sebuah acara di Hotel Sofyan Tebet, Jumat (10/4/2026).
Deklarasi ini disertai seruan untuk melakukan perlawanan terhadap pihak-pihak yang dianggap sebagai pengkhianat konstitusi.
Tokoh yang Terlibat
Beberapa tokoh yang tergabung dalam GAKSI antara lain Marwan Batubara, Rizal Fadilah, HM Mursalim, M Ishmet, Hanafie, Budiman, Rustam Effendie, Eka Jaya, Menuk, serta purnawirawan TNI seperti Soenarko dan Soni Santoso.
Soroti Kondisi Bangsa
Menurut Soni Santoso, GAKSI menilai kondisi kehidupan berbangsa di Indonesia saat ini sedang tidak baik-baik saja.
Ia berharap ke depan kehidupan berbangsa dapat berjalan lebih baik dan sesuai dengan konstitusi yang telah dirumuskan oleh para pendiri bangsa.
Tuntutan dan Isu yang Diangkat
Dalam kesempatan yang sama, Marwan Batubara menyampaikan sejumlah tuntutan utama, di antaranya:
Penuntasan polemik ijazah mantan Presiden Joko Widodo
Dugaan pelanggaran hukum yang melibatkan Jokowi
Isu konstitusional terkait pencalonan Gibran Rakabuming Raka
Marwan menilai persoalan ijazah merupakan hal penting karena berkaitan dengan kualifikasi dalam berbagai jabatan publik sesuai aturan perundang-undangan.
Kritik terhadap Proses Hukum
Sementara itu, Rustam Effendi menilai proses hukum terkait isu ijazah tidak berjalan secara transparan.
Ia juga mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk memerintahkan aparat penegak hukum menuntaskan kasus tersebut secara terbuka.
Selain itu, Rustam turut menyinggung peran Pratikno terkait polemik ijazah yang menjadi perhatian publik.
Kesimpulan
Deklarasi GAKSI menjadi sorotan karena melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari aktivis hingga purnawirawan TNI. Gerakan ini membawa sejumlah isu sensitif yang berkaitan dengan hukum dan konstitusi, sehingga berpotensi memicu dinamika politik nasional ke depan.

