-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Negosiasi Iran vs Amerika Serikat Buntu, 21 Jam Pembicaraan Berakhir Tanpa Kesepakatan

April 12, 2026 Last Updated 2026-04-12T08:00:08Z



Perundingan tingkat tinggi antara Iran dan Amerika Serikat kembali menemui jalan buntu setelah berlangsung selama 21 jam di Islamabad, Pakistan.


Perbedaan Tajam Gagalkan Kesepakatan


Dalam negosiasi yang berlangsung maraton, kedua delegasi berupaya mencari titik temu terkait program nuklir Iran yang menjadi isu utama.


Namun, perbedaan prinsip yang terlalu tajam membuat pembicaraan berjalan alot hingga akhirnya berakhir tanpa kesepakatan.


Pihak Iran menilai sejumlah tuntutan dari Amerika Serikat tidak masuk akal dan berpotensi merugikan kepentingan nasional mereka.


Iran: Tuntutan AS Tidak Masuk Akal


Melalui laporan stasiun televisi pemerintah, IRIB, Iran menegaskan telah bernegosiasi secara maksimal selama 21 jam.


“Iran bernegosiasi secara terus-menerus dan intensif untuk melindungi kepentingan nasional,” demikian pernyataan yang dikutip dari AFP, Minggu (12/4/2026).


Namun, menurut mereka, sikap keras Amerika Serikat menjadi penghambat utama kemajuan dialog.


AS Klaim Sudah Ajukan Tawaran Terbaik


Sementara itu, Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, menyatakan bahwa pihaknya telah memberikan “tawaran terakhir dan terbaik” kepada Iran.


Ia menegaskan bahwa inti perselisihan adalah komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.


Menurut Vance, hingga saat ini pihaknya belum melihat komitmen tegas dari Iran terkait hal tersebut, meskipun masih membuka peluang bagi Teheran untuk mempertimbangkan tawaran yang diajukan.


Ketegangan Timur Tengah Berpotensi Meningkat


Kegagalan perundingan ini semakin memperpanjang ketegangan di kawasan Timur Tengah yang sebelumnya sudah memanas akibat konflik militer.


Harapan untuk meredakan konflik dalam waktu dekat pun kembali memudar, sekaligus membuka kemungkinan eskalasi yang lebih besar.


Trump: Hasil Negosiasi Tidak Berpengaruh


Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya menyatakan tidak terlalu mempermasalahkan hasil negosiasi tersebut.


Ia bahkan mengeklaim bahwa Amerika Serikat telah berada di posisi unggul secara militer.


Selain itu, AS juga dilaporkan telah mengerahkan kapal perang ke Selat Hormuz untuk melakukan operasi penyisiran ranjau laut, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas jalur strategis tersebut.


Kesimpulan


Perundingan Iran dan Amerika Serikat kembali gagal mencapai kesepakatan akibat perbedaan mendasar terkait isu nuklir. Kondisi ini memperpanjang ketidakpastian geopolitik dan meningkatkan risiko konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

×