-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Nekat Rampas Mobil TNI, Dua Debt Collector Jadi Sasaran Amukan Warga

April 16, 2026 Last Updated 2026-04-16T10:23:02Z



Bataranews – Medan Aksi nekat dua debt collector berujung petaka setelah menjadi sasaran amukan massa di kawasan Jalan Sisingamangaraja, tepatnya dekat RS Mitra Medika, Senin (13/4/2026) sore.


Insiden ini terjadi saat para penagih utang tersebut berusaha merampas mobil yang dikendarai seorang prajurit TNI Angkatan Laut.


Kronologi Kejadian


Menurut Kapolsek Patumbak, Daulat Simamora, peristiwa bermula saat seorang prajurit TNI AL berinisial Serda M bersama istrinya melintas di lokasi.


Tiba-tiba, mobil mereka dihadang oleh enam orang debt collector.


Keduanya kemudian dipaksa turun dari kendaraan. Namun situasi memanas saat salah satu pelaku nekat merampas kunci mobil dan langsung membawa kabur kendaraan tersebut.


Istri Korban Terseret Aspal


Saat mobil dirampas, istri prajurit berada di dekat kendaraan. Ketika mobil melaju kencang, bagian spion menyenggol korban hingga terjatuh dan terseret di jalan.


Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka-luka.


Massa Mengamuk


Aksi tersebut memicu kemarahan warga sekitar. Massa yang menyaksikan kejadian langsung mengejar dan menangkap dua debt collector.


Keduanya kemudian menjadi sasaran amukan warga hingga mengalami luka-luka.


Polisi Amankan Pelaku


Petugas kepolisian yang mendapat laporan segera datang ke lokasi dan mengamankan kedua debt collector ke Polsek Patumbak.


Tak lama berselang, sejumlah prajurit TNI juga mendatangi kantor polisi.


Berakhir Damai


Meski sempat memanas, kasus ini akhirnya diselesaikan secara damai.


Pihak perusahaan leasing dan prajurit TNI sepakat untuk tidak melanjutkan perkara. Bahkan, mobil yang sempat dirampas telah dikembalikan kepada pemiliknya.


Selain itu, pihak leasing juga menyatakan tidak akan lagi menarik kendaraan tersebut.


Kesimpulan


Insiden ini menjadi peringatan keras terkait praktik penarikan kendaraan oleh debt collector yang dilakukan secara paksa.


Selain berpotensi melanggar hukum, tindakan tersebut juga dapat memicu konflik dan membahayakan keselamatan orang lain.

×