-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Perang Makin Panas! Hacker Pro-Iran Klaim Bobol Data Elite Militer Israel

April 11, 2026 Last Updated 2026-04-11T08:00:30Z



Konflik antara Iran dan aliansi Israel–Amerika Serikat kini tidak hanya terjadi di medan perang, tetapi juga merambah ke dunia siber.


Kelompok peretas pro-Iran yang menamakan diri Handala Hack Team mengklaim telah membobol data pribadi milik mantan Kepala Staf Angkatan Darat Israel, Herzi Halevi.


Klaim 19 Ribu File Sensitif Berhasil Diakses


Dalam pernyataan yang dirilis pada Kamis, kelompok tersebut menyebut telah menjalankan operasi peretasan terhadap Halevi selama bertahun-tahun.


Mereka mengklaim berhasil memperoleh lebih dari 19.000 file berupa foto dan video yang disebut berkaitan dengan aktivitas sensitif.


“Semua fasilitas rahasia, ruang krisis, hingga detail pusat komando telah lama terbuka bagi kami,” tulis kelompok tersebut.


Isi Data Bocor: Dari Militer hingga Kehidupan Pribadi


Sejumlah file yang beredar disebut memperlihatkan aktivitas Halevi saat mengunjungi pangkalan militer, melakukan briefing, hingga bertemu pejabat dari berbagai negara.


Tak hanya itu, beberapa konten juga disebut mencakup kehidupan pribadi, termasuk foto keluarga serta dokumen identitas.


Laporan juga menyebut adanya dokumentasi pertemuan yang sebelumnya tidak dipublikasikan, termasuk dengan pejabat militer dari Yordania dan pertemuan di Qatar bersama petinggi militer Amerika Serikat.


Belum Ada Tanggapan Resmi Israel


Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak militer Israel terkait klaim peretasan tersebut.


Kasus ini disebut sebagai salah satu insiden keamanan siber paling serius yang melibatkan pejabat tinggi militer Israel.


Bukan Kasus Pertama


Kelompok Handala sebelumnya juga mengklaim pernah meretas perangkat milik sejumlah pejabat penting Israel, termasuk mantan Perdana Menteri Naftali Bennett dan tokoh lainnya.


Mereka bahkan menyatakan akan terus membuka data secara bertahap.


Perang Siber Kian Memanas


Insiden ini memperlihatkan bahwa konflik geopolitik kini tidak hanya berlangsung secara fisik, tetapi juga di ruang digital.


Perang siber menjadi bagian penting dalam strategi modern, dengan potensi dampak besar terhadap keamanan nasional dan hubungan internasional.


Kesimpulan


Klaim peretasan terhadap data pejabat militer Israel menunjukkan meningkatnya tensi konflik di dunia maya. Meski belum terverifikasi sepenuhnya, isu ini menambah daftar panjang eskalasi konflik global di era digital.

×