-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Serangan di Lebanon Picu Reaksi Keras, Slovenia Desak UE Hentikan Hubungan dengan Israel

April 11, 2026 Last Updated 2026-04-11T08:08:16Z



Perdana Menteri Slovenia, Robert Golob, menyatakan dukungannya terhadap seruan untuk menangguhkan Perjanjian Asosiasi antara Uni Eropa dan Israel.


Pernyataan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya serangan militer Israel di Lebanon yang menyebabkan banyak korban sipil.


Soroti Korban Sipil dan Pelanggaran Hukum Internasional


Dalam pernyataannya, Golob menilai serangan Israel telah melanggar hukum internasional dan memperburuk situasi kemanusiaan di Lebanon.


Ia menyebut serangan yang terjadi menyasar wilayah padat penduduk dan menyebabkan korban jiwa, termasuk anak-anak.


“Kita menyaksikan serangan tanpa pandang bulu dengan jumlah korban sipil yang sangat tinggi,” ujarnya.


Dukung Seruan Spanyol


Golob secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, yang sebelumnya menyerukan penangguhan Perjanjian Asosiasi Uni Eropa–Israel.


Perjanjian tersebut merupakan kesepakatan sejak 1995 yang mengatur kerja sama politik dan perdagangan antara kedua pihak.


Peringatan Eskalasi Konflik


Golob juga memperingatkan agar konflik tidak semakin meluas dan menyeret Lebanon ke situasi yang lebih buruk.


“Kita tidak boleh membiarkan Lebanon menjadi Gaza yang baru,” tegasnya.


Serangan Besar Picu Kekhawatiran Global


Laporan menyebut Israel melancarkan salah satu serangan terbesar di Lebanon dengan menargetkan lebih dari 100 lokasi dalam waktu singkat.


Serangan tersebut mengakibatkan ratusan korban tewas dan lebih dari seribu orang terluka, menurut otoritas setempat.


Kondisi ini memicu kekhawatiran internasional terkait potensi eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.


Kesimpulan


Dukungan Slovenia terhadap penangguhan kerja sama UE–Israel menambah tekanan diplomatik terhadap Israel. Situasi di Lebanon kini menjadi sorotan global, dengan meningkatnya kekhawatiran akan krisis kemanusiaan dan eskalasi konflik yang lebih besar.

×