Bataranews – Jakarta Sebuah video viral di TikTok mengeklaim bahwa seorang wali kota di Iran memperingatkan Indonesia akan terdampak perang Iran karena risiko radiasi dan serpihan roket dari Australia. Namun, hasil penelusuran tim Cek Fakta dari Deutsche Welle (DW) Indonesia memastikan klaim tersebut tidak benar atau hoaks.
Konten yang diunggah pada 4 Maret 2026 itu bahkan telah ditonton lebih dari 9,4 juta kali dan menuai ribuan komentar dari warganet yang mempercayainya.
Identitas Wali Kota Ternyata Fiktif
Dalam video tersebut disebutkan nama wali kota Iran, “Madyamohammed Abduur”. Namun setelah ditelusuri, nama tersebut tidak ditemukan dalam data resmi maupun pemberitaan kredibel.
Pihak Kedutaan Besar Iran di Indonesia juga membantah keberadaan sosok tersebut.
Sementara itu, foto yang digunakan dalam konten ternyata adalah Hossein Salami, mantan Panglima Korps Garda Revolusi Iran yang tewas pada 2025, bukan seorang wali kota.
Sumber Berita Mengandung Kekeliruan
Konten viral itu juga mengutip artikel dari situs Liranews. Setelah dikonfirmasi, pihak redaksi mengakui adanya kesalahan dalam penulisan artikel tersebut.
Mereka menyebut:
Identitas tokoh tidak jelas
Sumber kutipan tidak valid
Artikel telah direvisi dan diberi catatan klarifikasi
Hal ini semakin menguatkan bahwa informasi yang beredar sebelumnya tidak dapat dipercaya.
Klaim Kapal Induk Australia Juga Tidak Benar
Narasi lain dalam video menyebut kapal induk Australia mengirim roket ke Iran yang berpotensi berdampak ke Indonesia. Fakta menunjukkan hal ini tidak masuk akal.
Angkatan Laut Australia diketahui sudah tidak mengoperasikan kapal induk sejak 1982, setelah pensiunnya HMAS Melbourne.
Selain itu, secara geografis dan militer:
Jarak Australia ke Iran sekitar 10.000 km
Rudal Australia hanya memiliki jangkauan sekitar 400 km
Jalur serangan tidak harus melewati Indonesia
Artinya, klaim serpihan misil bisa mencapai Indonesia tidak berdasar secara ilmiah maupun militer.
Kesimpulan
Klaim viral yang menyebut Indonesia akan terdampak perang Iran akibat radiasi dan serpihan roket dari Australia terbukti hoaks.
Fakta yang sebenarnya:
Tidak ada wali kota Iran bernama seperti yang disebut
Foto yang digunakan adalah tokoh militer Iran
Sumber berita mengandung kesalahan
Klaim militer tidak logis
Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi sebelum membagikannya, terutama yang berkaitan dengan isu sensitif seperti konflik internasional.

