-->
×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Wiljan Pluim Bongkar Dugaan Tekanan Naturalisasi, Soroti Skandal Paspor di Liga Belanda

April 09, 2026 Last Updated 2026-04-09T08:22:28Z



Legenda PSM Makassar, Wiljan Pluim, angkat bicara terkait skandal paspor yang tengah mengguncang Liga Belanda dan berdampak pada sejumlah pemain, termasuk yang berkaitan dengan Timnas Indonesia.


Dalam laporan terbaru, lebih dari 20 pemain disebut terdampak masalah paspor, sehingga tidak dapat tampil dalam beberapa pertandingan. Hingga saat ini, baru Maarten Paes yang dinyatakan bebas dari kasus tersebut.


Pluim mengungkapkan bahwa dirinya pernah mendapat tekanan untuk menjalani proses naturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Ia menyebut ada dorongan dari pihak federasi dan klub agar dirinya mengambil paspor Indonesia demi keuntungan karier.


Menurutnya, status sebagai pemain lokal akan memberikan keuntungan karena tidak terikat kuota pemain asing di klub. Namun, ia menolak karena konsekuensi kehilangan kewarganegaraan Belanda.


“Di Indonesia hanya diperbolehkan memiliki satu paspor. Saya ingin kembali ke Belanda setelah pensiun, jadi saya tidak mengambil risiko itu,” ungkap Pluim.


Mantan pemain PEC Zwolle dan Vitesse tersebut juga mengaku tidak terkejut dengan mencuatnya skandal ini. Ia bahkan menyebut adanya praktik “abu-abu” terkait kepemilikan paspor ganda di kalangan pemain.


Menurut Pluim, beberapa pemain tetap menyimpan identitas Belanda meski telah memiliki paspor Indonesia. Hal ini dinilai sebagai praktik yang tidak sepenuhnya sesuai aturan, namun diduga terjadi karena adanya toleransi tertentu.


Ia menilai situasi tersebut sebagai sesuatu yang tidak transparan dan berpotensi menimbulkan masalah di kemudian hari, seperti yang kini terjadi di Belanda.


Dengan pengalamannya selama berkarier di Indonesia, termasuk bersama Borneo FC, Pluim menegaskan bahwa ia memilih tetap memegang prinsip dan tidak tergiur keuntungan jangka pendek.


Kasus ini kini menjadi sorotan karena tidak hanya menyangkut legalitas pemain, tetapi juga kredibilitas sistem administrasi dalam sepak bola internasional.a

×