-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Makna di Balik Film Dokumenter “Pesta Babi”, Potret Perlawanan Masyarakat Adat Papua

Mei 30, 2026 Last Updated 2026-05-30T12:01:46Z



Bataranews– Sutradara Cypri Paju Dale menjelaskan bahwa judul film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita dipilih bukan untuk memancing kontroversi, melainkan sebagai simbol budaya yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat Papua.


Menurutnya, istilah “pesta babi” merepresentasikan tradisi adat yang erat dengan nilai kehormatan, persaudaraan, dan solidaritas dalam kehidupan masyarakat Papua.


Pesta Babi Sebagai Simbol Budaya


Dalam budaya Papua, pesta babi merupakan salah satu ritual adat penting yang sering digelar dalam berbagai acara sosial dan budaya.


Tradisi tersebut tidak hanya menjadi simbol status sosial dan kesejahteraan, tetapi juga mencerminkan hubungan erat antaranggota masyarakat.


Melalui film ini, ritual pesta babi digambarkan sebagai simbol persatuan dan perlawanan masyarakat adat dalam mempertahankan tanah serta identitas budaya mereka.


Mengangkat Isu Kolonialisme Modern


Sementara itu, penggunaan istilah “kolonialisme” dalam judul film dimaksudkan sebagai kerangka analisis untuk menggambarkan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat adat Papua.


Film ini menyoroti isu konflik agraria, deforestasi, pelanggaran hak asasi manusia, hingga dampak kehadiran proyek-proyek besar yang dianggap memengaruhi ruang hidup masyarakat setempat.


Menurut sang sutradara, berbagai persoalan tersebut saling berkaitan dan telah berlangsung dalam waktu yang panjang.


Soroti Proyek Strategis dan Lingkungan


Dokumenter ini juga menampilkan dampak sejumlah proyek pembangunan berskala besar yang disebut berpotensi mengubah bentang alam Papua Selatan.


Isu seperti pembukaan lahan, perkebunan, dan proyek industri menjadi bagian dari narasi yang diangkat dalam film.


Selain itu, film turut menggambarkan kekhawatiran masyarakat adat terhadap perubahan lingkungan yang dapat memengaruhi sumber pangan dan ekosistem lokal.


Menimbulkan Perdebatan Publik


Sejak diperkenalkan kepada publik, film Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita memunculkan berbagai tanggapan.


Sebagian pihak menilai judul film cukup provokatif, sementara pihak lain melihatnya sebagai bentuk ekspresi dan kritik sosial yang sah dalam ruang demokrasi.


Beberapa kegiatan pemutaran film juga sempat menjadi sorotan karena adanya pembubaran di sejumlah lokasi.


Harapan Sutradara


Cypri Paju Dale berharap film dokumenter tersebut dapat membuka ruang diskusi yang lebih luas mengenai kondisi masyarakat adat Papua.


Ia juga ingin mendorong publik untuk melihat berbagai persoalan pembangunan dari sudut pandang yang lebih kritis dan beragam.


Melalui pendekatan dokumenter, film ini berusaha menghadirkan suara masyarakat adat yang terdampak oleh berbagai perubahan sosial dan lingkungan.


Kesimpulan


Film Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita menggunakan simbol budaya Papua untuk mengangkat isu masyarakat adat, lingkungan, dan pembangunan. Melalui pendekatan dokumenter, film ini mengajak publik memahami berbagai perspektif mengenai perubahan yang terjadi di Papua serta dampaknya terhadap kehidupan masyarakat setempat.