-->
×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Sering Engine Brake? Hati-hati, Ini Efek Fatalnya ke Motor Kamu!

Mei 06, 2026 Last Updated 2026-05-06T07:42:19Z



Bataranews – Penggunaan engine brake pada motor manual seperti sport dan bebek memang umum dilakukan, terutama saat ingin mengurangi kecepatan tanpa terlalu bergantung pada rem.


Teknik ini dianggap membantu, khususnya saat melewati jalan turunan panjang agar rem tidak cepat panas dan berisiko blong. Namun, penggunaan yang terlalu sering ternyata bisa berdampak negatif pada komponen motor.


⚙️ Engine Brake: Fungsi dan Cara Kerja


Engine brake terjadi saat pengendara menutup gas atau menurunkan gigi ke posisi lebih rendah, sehingga mesin membantu memperlambat laju kendaraan.


Teknik ini efektif digunakan dalam kondisi tertentu, seperti:


Jalan turunan panjang

Situasi darurat

Mengurangi beban pengereman


⚠️ Dampak Negatif Jika Terlalu Sering Digunakan


Menurut praktisi bengkel, penggunaan engine brake berlebihan bisa menyebabkan keausan pada beberapa komponen penting.


Beberapa risiko yang bisa terjadi:


⚙️ Kerusakan gear transmisi (gearbox)

🔗 Keausan rantai dan gir set

⚡ Perpindahan mekanisme yang kasar dan mendadak


Hal ini terjadi karena adanya tekanan balik dari mesin ke sistem penggerak secara paksa.


🚫 Risiko Tambahan: Ban Bisa Terkunci


Instruktur keselamatan berkendara juga mengingatkan bahwa engine brake tidak memberikan kontrol deselerasi sebaik rem.


Akibatnya:


Ban belakang berpotensi terkunci

Motor bisa kehilangan stabilitas

Risiko tergelincir meningkat, terutama di jalan licin


🛑 Lebih Aman Pakai Kombinasi Rem


Daripada terlalu mengandalkan engine brake, pengendara disarankan menggunakan rem secara optimal.


Komposisi yang dianjurkan:


✅ 60% rem depan + 40% rem belakang

✅ 70% rem depan + 30% rem belakang (kondisi jalan kering)


Dengan cara ini, pengereman jadi lebih terkontrol dan aman.


🧠 Kesimpulan


Penggunaan engine brake memang bermanfaat, tetapi sebaiknya hanya digunakan dalam kondisi tertentu seperti turunan panjang atau situasi darurat.


Jika digunakan terlalu sering, justru bisa mempercepat kerusakan komponen motor dan meningkatkan risiko kecelakaan. Kombinasi rem depan dan belakang tetap menjadi cara paling aman untuk mengontrol kecepatan.