-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Jangan Hanya Menghafal! Stephanie Riady Ungkap Cara Mendidik Anak agar Cerdas dan Kreatif

Juli 03, 2026 Last Updated 2026-07-03T13:00:38Z

 

Bataranews – Mendidik anak agar menjadi pribadi yang cerdas dan kreatif tidak cukup hanya mengandalkan metode menghafal. Anak juga perlu dibimbing untuk memahami, menganalisis, mengevaluasi, hingga mampu menciptakan ide-ide baru.


Direktur Eksekutif Pelita Harapan Group sekaligus Pendiri Riady Foundation, Stephanie Riady, menilai kebiasaan menghafal memang menjadi tahap awal dalam proses belajar. Namun, proses pendidikan seharusnya tidak berhenti sampai di situ.


Menurut Stephanie, anak perlu dilatih untuk mengembangkan kemampuan berpikir yang lebih tinggi agar mampu menghadapi tantangan di masa depan.


"Sebetulnya kita di dalam pendidikan perlu mendidik anak-anak, tentunya mereka perlu menghafal juga, tapi juga bisa mencerna, bisa mengerti, dan akhirnya bisa menggabungkan ide-ide untuk dalam proses synthesis of ideas," ujar Stephanie dalam program Naratama di kanal YouTube Kompas.com.


Ia menambahkan bahwa tujuan akhir pendidikan adalah membawa peserta didik mencapai tahap creation, yaitu mampu berinovasi dan menghasilkan karya baru.


"Terus sampai level tertinggi yaitu creation. Jadi mereka bisa berinovasi, bisa berkreasi," lanjutnya.


Mengenal Bloom's Taxonomy


Stephanie menjelaskan bahwa konsep tersebut mengacu pada Bloom's Taxonomy, kerangka pembelajaran yang pertama kali diperkenalkan oleh Benjamin S. Bloom pada 1956.


Dalam revisi domain kognitif yang dipublikasikan pada 2001, terdapat enam tingkatan kemampuan berpikir, yaitu:


Remembering (mengingat informasi atau fakta).

Understanding (memahami makna materi).

Applying (menerapkan pengetahuan pada situasi baru).

Analyzing (menganalisis dan menemukan hubungan antar informasi).

Evaluating (menilai dan mengambil keputusan berdasarkan informasi).

Creating (menciptakan ide atau inovasi baru).


Menurut Stephanie, keenam tahapan tersebut perlu diterapkan secara bertahap agar siswa tidak hanya menjadi penghafal, tetapi juga mampu berpikir kritis dan kreatif.


Guru Perlu Mendapat Pelatihan


Stephanie juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas tenaga pendidik. Ia menilai jika proses belajar di sekolah masih berfokus pada hafalan, maka guru perlu mendapatkan pelatihan yang lebih baik.


Menurutnya, banyak guru mengajar sesuai metode yang pernah mereka alami ketika masih menjadi siswa, sehingga perubahan pola pembelajaran memerlukan dukungan dan pelatihan berkelanjutan.


Ia berharap komunitas pendidikan dapat saling berbagi pengalaman, bertukar ide, dan saling mendukung agar kualitas pengajaran terus meningkat.


Kesimpulan


Menghafal merupakan bagian penting dalam proses belajar, tetapi bukan satu-satunya tujuan pendidikan. Anak perlu dibimbing untuk memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, hingga mampu menciptakan inovasi baru. Karena itu, peningkatan kualitas guru dan metode pembelajaran menjadi kunci untuk mencetak generasi yang lebih kritis, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.