Pemerintah kembali memperkuat dukungan terhadap akses pendidikan tinggi melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Pada 2026, anggaran yang disiapkan untuk program tersebut mencapai Rp15,3 triliun dan ditargetkan menjangkau 1.047.221 mahasiswa di Indonesia.
Anggaran KIP Kuliah 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membantu mahasiswa dari keluarga miskin dan rentan miskin agar tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengatakan dukungan anggaran untuk program KIP Kuliah terus mengalami perkembangan dari tahun ke tahun dan diproyeksikan kembali meningkat pada 2027.
Anggaran KIP Kuliah Terus Mengalami Peningkatan
Berdasarkan data yang disampaikan Qodari, realisasi anggaran KIP Kuliah pada 2020 mencapai Rp6,4 triliun dengan jumlah penerima sebanyak 1.005.718 mahasiswa.
Pada 2021, anggaran meningkat menjadi Rp9 triliun untuk 1.127.777 penerima. Sementara pada 2022, pemerintah mengalokasikan Rp9,9 triliun dengan jumlah penerima sebanyak 780.014 mahasiswa.
Dukungan pemerintah kemudian kembali meningkat menjadi Rp11,7 triliun untuk 916.827 penerima pada 2023. Pada 2024, anggaran KIP Kuliah mencapai Rp13,4 triliun dan menjangkau 1.022.084 mahasiswa.
Selanjutnya, pada 2025, anggaran program tersebut tercatat sebesar Rp14,9 triliun untuk 1.115.595 penerima. Tahun 2026, pemerintah kembali menyiapkan anggaran lebih besar, yakni Rp15,3 triliun.
Membuka Akses Pendidikan Tinggi bagi Mahasiswa Kurang Mampu
Qodari menjelaskan KIP Kuliah merupakan bagian dari Program Indonesia Pintar (PIP) di bidang pendidikan tinggi. Program ini dirancang untuk membantu mahasiswa yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Melalui KIP Kuliah, pemerintah berupaya memperluas kesempatan masyarakat untuk mengenyam pendidikan tinggi. Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan angka partisipasi kasar atau APK pendidikan tinggi di Indonesia.
Sejak diluncurkan, KIP Kuliah rata-rata menjaring sekitar 200.000 mahasiswa baru setiap tahun. Program tersebut menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam mendukung keberlanjutan pendidikan bagi generasi muda.
Ratusan Ribu Penerima KIP Kuliah Telah Menyelesaikan Studi
Manfaat program KIP Kuliah juga tercermin dari jumlah mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan. Hingga akhir semester genap 2026, sebanyak 526.928 mahasiswa penerima program tersebut telah lulus pada jenjang sarjana dan sarjana terapan.
Selain itu, tercatat 83.561 mahasiswa telah menyelesaikan pendidikan pada jenjang diploma.
Capaian tersebut menunjukkan peran KIP Kuliah dalam membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan tinggi dan membuka peluang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Dengan alokasi anggaran Rp15,3 triliun pada 2026, pemerintah berharap semakin banyak mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala kondisi ekonomi. Program KIP Kuliah pun diharapkan terus menjadi jembatan bagi generasi muda Indonesia untuk meraih pendidikan dan masa depan yang lebih baik.(Rhz2797)

