Notification

×

Iklan

Iklan

PBB Kecam Elon Musk Buntut Blokir Akun Twitter Jurnalis Media AS

Desember 17, 2022 WIB Last Updated 2022-12-17T12:54:02Z


Seorang juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengaku sangat terganggu dengan aksi sewenang-wenang bos twitter, Elon Musk yang menangguhkan sejumlah akun twitter jurnalis dari media ternama di Amerika Serikat.

Dikutip dari CNN, juru bicara PBB mengatakan tindakan twitter sebagai "preseden berbahaya" di tengah meningkatnya ancaman terhadap kebebasan pers di seluruh dunia.


Akun twitter jurnalis yang diblokir atas permintaan Elon Musk di antaranya Donie O'Sullivan dari CNN, Ryan Mac dari The New York Times, dan Drew Harwell dari The Washington Post, akun jurnalis independen progresif Aaron Rupar.


Musk berdalih pemblokiran akun Twitter jurnalis itu lantaran mereka melakukan doxxing atau membongkar informasi pribadi soal lokasi. Keputusannya ini memicu reaksi keras dari dalam dan luar negeri. Bahkan, langkah pemblokiran akun itu membuat sejumlah tokoh dunia protes.


Věra Jourová, wakil presiden Komisi Uni Eropa untuk nilai dan transparansi, mengatakan "penangguhan sewenang-wenang" terhadap jurnalis itu "mengkhawatirkan".


Dia pun mengindikasikan bahwa Twitter dapat menghadapi sanksi.


"Undang-Undang Layanan Digital Uni Eropa mensyaratkan penghormatan terhadap kebebasan media dan hak-hak dasar. Ini diperkuat di bawah #MediaFreedomAct kami," kata Jourová dalam sebuah unggahan di Twitter, sambil menambahkan bahwa Musk "harus menyadarinya."


"Ada garis merah (red line). Dan sanksi, segera," lanjutnya.


Di samping itu, Kementerian Luar Negeri Jerman berkicau soal keprihatinan mereka atas dampak langkah Musk terhadap kebebasan pers.


Presiden Komite Perlindungan Wartawan Jodie Ginsberg mengatakan organisasi itu "sangat khawatir" dengan langkah tersebut dan meminta Twitter untuk "segera memulihkan akun para wartawan tersebut."


Senada, anggota kongres Ro Khanna, yang sempat dipuji Musk karena mengkritik keputusan Twitter untuk menekan cerita laptop Hunter Biden 2020, mengaku akan berbicara dengan Musk soal tanggung jawab sebagai figur publik.


"Satu hal untuk mengatakan bahwa Anda memiliki hak Amandemen Pertama, tetapi ketika Anda adalah salah satu dari inovator terkemuka dunia, Anda juga memiliki beberapa tanggung jawab, dan menurut saya itu tidak menjadi, itu bukan penampilan yang bagus untuknya. Dan saya akan memberitahunya secara langsung," ucapnya.


Anggota Kongres Lori Trahan menilai pemblokiran akun jurnalis itu bertentangan dengan hasil pertemuan dengan Twitter cuma beberapa jam sebelumnya.


"Tim saya bertemu dengan @Twitter hari ini," kicaunya, Kamis (15/12) malam. "Mereka memberi tahu kami bahwa mereka tidak akan membalas jurnalis atau peneliti independen yang menerbitkan kritik terhadap platform tersebut. Kurang dari 12 jam kemudian, beberapa reporter teknologi telah ditangguhkan. Apa masalahnya, @elonmusk?"


Francis Grubar, juru bicara Trahan, mengatakan pertemuan dengan perwakilan urusan pemerintah Twitter itu dilakukan sebagai respons atas keraguan tentang akses lanjutan peneliti akademis ke Twitter setelah PHK di perusahaan tersebut.


Kemudian dari AS, sejumlah anggota parlemen dari Partai Demokrat maupun Partai Republik mengingatkan Musk soal tanggung jawab.


Anggota Kongres dari New York, Alexandria Ocasio-Cortez, mengaku memahami perasaan kerentanan Musk sebagai figur publik.


"Namun,merendahkan diri jadi penyalahgunaan kekuasaan + melarang jurnalis secara tidak menentu cuma meningkatkan intensitas di sekitar Anda. Kalahkan dan hentikan proto-fasisme," kicaunya.


Fasisme sendiri merupakan ideologi yang amat kanan, ultra-nasionalis, yang berciri pemimpi diktator yang membungkam oposisi.


Sementara Proto-fasisme merujuk pada ideologi pendahulu dan gerakan budaya yang membentuk dasar fasisme yang didirikan oleh Gabriele D'Annunzio, politikus pengagum Benito Mussolini.


Baik Musk maupun Twitter tidak menanggapi permintaan komentar CNN terkait masalah ini.


Sejauh ini, Musk cuma berkicau di akunnya bahwa para jurnalis telah melanggar kebijakan "doxxing" barunya dengan membagikan lokasi langsung dirinya, yang disebutnya sebagai "koordinat pembunuhan".


Padahal, jurnalis CNN O'Sullivan sendiri tidak membagikan lokasi langsung miliarder itu.


Sesaat sebelum penangguhan akunnya, O'Sullivan membuat laporan bahwa Twitter menangguhkan akun layanan media sosial kompetitornya asal Jerman, Mastodon.


Platform medsos ini sendiri memberi peluang untuk unggahan lanjutan @ElonJet, akun yang mengunggah lokasi jet pribadi Musk yang juga diblokir Musk dengan dalih doxing.[sb]

×
Berita Terbaru Update