-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

3 Fenomena Langit di 10 Hari Terakhir Ramadan 2026, Hujan Meteor hingga Konjungsi Venus

Maret 10, 2026 Last Updated 2026-03-10T08:12:09Z



Memasuki 10 hari terakhir Ramadan 2026, langit malam akan dihiasi sejumlah fenomena astronomi menarik yang bisa disaksikan dari berbagai wilayah di Indonesia.


Beberapa fenomena langit tersebut bahkan dapat diamati dengan mata telanjang tanpa teleskop, sehingga masyarakat dapat menyaksikan keindahan alam semesta secara langsung.


Mulai dari hujan meteor hingga pertemuan Bulan dan Venus, berikut jadwal fenomena langit yang terjadi pada 10 hari terakhir Ramadan 2026.


1. Hujan Meteor Gamma Normid – 14 Maret 2026


Fenomena pertama adalah Gamma Normid meteor shower, yang aktif sejak 25 Februari hingga 28 Maret 2026.


Puncak hujan meteor ini diperkirakan terjadi pada 14 Maret 2026, dengan intensitas sekitar 6 meteor per jam dalam kondisi langit yang benar-benar gelap tanpa awan maupun polusi cahaya.


Menurut situs astronomi In-The-Sky.org, fenomena ini dapat disaksikan di Indonesia mulai pukul 21.49 hingga 05.34 WIB.


Waktu terbaik untuk mengamati hujan meteor tersebut adalah sekitar pukul 04.00 WIB, ketika titik radian sudah berada di atas cakrawala.


Menariknya, hujan meteor Gamma Normid bisa dilihat langsung dengan mata telanjang, tanpa memerlukan teleskop.


2. Perihelion Komet 88P/Howell – 18 Maret 2026


Fenomena langit berikutnya adalah 88P/Howell yang mencapai fase perihelion pada 18 Maret 2026.


Dalam astronomi, Perihelion merupakan momen ketika sebuah komet berada pada jarak terdekatnya dengan Matahari dalam lintasan orbitnya.


Pada fase ini, komet biasanya tampak lebih terang karena es di permukaannya mulai menguap akibat panas Matahari.


Di Indonesia, komet 88P/Howell diperkirakan melintas sekitar pukul 03.29 WIB, atau sekitar dua jam sebelum Matahari terbit.


Namun, berbeda dengan hujan meteor, komet ini tidak mudah terlihat dengan mata telanjang karena tingkat kecerlangannya relatif redup. Oleh karena itu, pengamatan sebaiknya menggunakan teleskop atau teropong astronomi.


3. Konjungsi Bulan dan Venus – 20 Maret 2026


Fenomena terakhir adalah Moon–Venus conjunction yang terjadi pada 20 Maret 2026.


Konjungsi merupakan peristiwa ketika dua objek langit tampak berdekatan dari sudut pandang Bumi, meskipun sebenarnya jaraknya sangat jauh.


Pada fenomena ini, Moon akan tampak berdekatan dengan Venus, yang dikenal sebagai salah satu objek paling terang di langit malam.


Fenomena ini dapat disaksikan sekitar pukul 18.15 hingga 19.05 WIB.


Saat diamati dari Bumi, Bulan akan terlihat seperti sabit tipis karena usianya baru sekitar satu hari setelah fase bulan baru.


Sementara itu, Venus akan tampak seperti bintang paling terang di langit.


Tips Mengamati Fenomena Langit


Agar pengamatan lebih maksimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:


Pilih lokasi dengan langit gelap dan minim polusi cahaya


Pastikan cuaca cerah tanpa awan


Gunakan aplikasi peta langit digital seperti

Stellarium,

The Sky Live, atau

Sky Map.


Aplikasi tersebut dapat membantu menemukan posisi objek astronomi dengan lebih mudah.


Fenomena Langit Menjelang Lebaran 2026


Rangkaian fenomena astronomi ini menjadi pertunjukan alam yang menarik menjelang Lebaran 2026.


Mulai dari hujan meteor, komet yang mendekati Matahari, hingga pertemuan Bulan dan Venus, semuanya bisa menjadi pengalaman menarik bagi pecinta astronomi maupun masyarakat umum.


Jangan lupa mencatat tanggalnya agar tidak melewatkan fenomena langit spektakuler tersebut.

×