Notification

×

Iklan

Iklan

Tembakan di Kepala Mengenai Batang Otak Brigadir J, Ahli Forensik: Langsung Meninggal Seketika

Desember 20, 2022 WIB Last Updated 2022-12-20T02:06:39Z


Dokter Farah Primadani Karaouw selaku Ahli forensik dan medikolegal menjadi saksi dalam persidangan seluruh terdakwa kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (19/12/2022).


Berdasarkan hasil pemeriksaan tim forensik, Farah menuturkan ada dua tembakan yang mematikan Yosua dalam insiden berdarah di rumah dinas Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga. Luka tersebut berada di kepala belakang sebelah kiri dan di dada sebelah kanan.


Farah menjelaskan luka tembak di dada sebelah kanan menyebabkan pendarahan yang bersifat fatal bagi korban meskipun kematiannya tidak seketika.


"Yang luka pada dada sebelah kanan itu setelah kami telusuri pada autopsi, mengenai paru-paru dan kena pembuluh darah besar sehingga menimbulkan pendarahan. Jumlah pendarahan yang saya temukan waktu pemeriksaan yaitu sekitar 700 mililiter dengan bekuan darah ada 150 gram," jelas Farah, dikutip dari YouTube KOMPASTV.


"Dengan jumlah segitu, itu sudah dapat bersifat fatal bagi korban, menimbulkan pendarahan dapat menyebabkan kematian namun tidak seketika, ada jeda waktunya dalam hitungan menit," imbuhnya.


Sementara itu, luka tembak di kepala mengenai batang otak hingga menyebabkan kematian seketika.


"Kalau di kepala, saat pembukaan rongga kepala itu mengenai jaringan otak. Salah satu yang kena yaitu di batang otak. Batang otak kami kenal sebagai pusat pernafasan sehingga jika terkena di daerah tersebut itu langsung meninggal seketika," tutur Farah


"Seketika?" tanya pengacara Ferdy Sambo.


"Betul karena pusat pernafasan," jawab Farah.


Farah lantas menjelaskan, untuk luka tembak yang lain tidak mengenai organ tubuh yang berpotensi menimbulkan kematian.


Berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan, terdapat 7 luka tembak masuk dan 6 luka tembak keluar di tubuh Yosua, termasuk 2 luka tembak mematikan tersebut.


"Kalau luka-luka lain memang tidak ada mengenai organ atau struktur alat tubuh yang berpotensi menimbulkan kematian. Jadi hanya dua luka saja yang kami nilai bisa menimbulkan kematian pada korban. Dada dan di kepala,' tegas Farah.


Sebelumnya, ketua Majelis Hakim Wahyu Imam Santoso mencecar insiden penembakan Yosua pada Ferdy Sambo. Namun eks Kadiv Propam Polri itu menjawab tidak tahu.


Ferdy Sambo menyebut Richard Eliezer menembak Yosua sebanyak 5 kali. Namun ada 7 luka tembak yang ditemukan tim forensik.


"Hasil sementara autopsi ada 7 luka tembak masuk di tubuh, dan 6 luka tembak keluar. Kalau saudara katakan Eliezer 5, yang 2 siapa?" tanya hakim.


"Saya tidak tahu," jawab Ferdy Sambo.[sb]

×
Berita Terbaru Update