Notification

×

Iklan

Iklan

Viral Bocah di Padang Dianiaya Neneknya dan Dimanfaatkan Jadi Pengemis, Ditemukan Seratus Bekas Luka

Maret 05, 2023 WIB Last Updated 2023-03-05T00:43:17Z


Sempat viral sebuah video menampilkan seorang bocah dianiaya berkali-kali ketika nik sebuah angkot.

 

Kejadian ini diketahui dialami oleh MR (10) yang dianiaya neneknya sendiri YY (47) di Padang, Sumatera Barat.

 

Dikutip TribunWow dari TribunPadang, saat ini pelaku telah diamankan dan diserahkan kepada PPA Satreskrim Polresta Padang, Jumat (3/3/2023).

 

Pada video yang beredar tampak sang bocah terlihat begitu kesakitan ketika berkali-kali dicubit, dijewer, dan dijambak oleh neneknya sendiri.

 

Namun tak sekalipun sang bocah membalas perbuatan neneknya.

 

Diketahui penganiayaan itu dilakukan oleh sang pelaku meskipun ada penumpang lain di dalam angkot.

 

Pelaku mengaku menganiaya korban ketika dagangannya tak laku saat sedang jualan.

 

"Pelaku diduga telah melakukan penganiayaan ini selama enam bulan, dengan alasan nenek ini yang berjualan terkadang tidak ada barang dagangan yang terjual. Jadi untuk makan alasannya," ujar Kapolsek Koto Tangah, AKP Afrino, Jumat (3/3/2023).

 

Afrino menjelaskan, penyiksaan yang dilakukan oleh pelaku beragam, mulai dari cubitan hingga dipukul.

 

"Setelah kita lihat ada sekitar lebih kurang seratus bekas cubitan di tubuh korban yang merupakan cucu kandung dari pelaku. Sepertinya luka kemarin belum sembuh, dan datang lagi luka yang baru di tubuh anak ini," terang Afrino.

Pelaku penganiayaan yang viral di media sosial saat berada di Polsek Koto Tangah, Jumat (3/3/2023).

Pelaku penganiayaan yang viral di media sosial saat berada di Polsek Koto Tangah, Jumat (3/3/2023). (Istimewa via TribunPadang)

"Berdasarkan keterangan korban, neneknya sering memukul pakai tangan, dicubit sampai luka, dan dipukul mulutnya. Bisa kita lihat bekas cubitan, pukulan, termasuk bekas hantaman pakai dengkul," kata Afrino.

 

Selain dianiaya, korban juga dimanfaatkan oleh pelaku untuk menjadi pengemis dan meminta-minta di pasar dan warung.

 

Terkait kasus ini, Afrino menyarankan agar masyarakat yang tidak mampu merawat anak agar diserahkan ke Dinas Sosial.

 

"Mudah-mudahan perkara ini diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Saya mengimbau kepada masyarakat yang mempunyai anak, tidak boleh main hakim sendiri walaupun orang tua kandung," kata Afrino.

 

"Kalau tidak sanggup untuk merawat anak, negara sudah menyediakan tempatnya di Dinas Sosial. Nantinya negara akan merawat, membiayai orang yang terlantar," katanya.

 

"Jika ada temuan kejadian serupa di wilayah Kecamatan Koto Tangah, silakan lapor ke kami, Polsek Koto Tangah," tegas Afrino.[SB]

×
Berita Terbaru Update