Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Inflasi AS Lebih Tinggi Dari Perkiraan, Rupiah Diprediksi Tertekan

Februari 14, 2024 Last Updated 2024-02-14T07:49:44Z


Rupiah diperkirakan melemah pada perdagangan Kamis (15/2). Inflasi Amerika Serikat yang jauh di atas perkiraan menjadi penyebabnya.


Pengamat Komoditas dan Mata Uang Lukman Leong mengatakan, pergerakan rupiah utamanya masih akan dipengaruhi oleh hasil inflasi AS. AS telah mengumumkan tingkat inflasi tahunannya.


AS mencatat tingkat inflasi tahunannya turun kembali ke 3,1% pada Januari 2024 setelah kenaikan menjadi 3,4% pada Desember. Inflasi Januari ini lebih tinggi dari perkiraan pasar di level 2,9%. Inflasi inti tahunan AS bertahan stabil di 3,9%, tetapi tidak sesuai ekspektasi pasar yang memperkirakan akan melambat ke 3,7%.


Karenanya, Lukman menyebutkan bahwa hasil tersebut akan memberikan tekanan kepada rupiah. "Selain itu juga ada kekhawatiran investor akan Pilpres 2024 yang masih terus menekan rupiah," ujar Lukman kepada Kontan.co.id, Selasa (13/2).


Dengan demikian, dia memperkirakan rupiah akan bergerak melemah dengan rentang Rp 15.650 per dolar AS-Rp 15.800 per dolar AS.

×