Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Penjelasan Ini Jelaskan Bagaimana Teladan Sikap Rasulullah SAW Terhadap Bullying

Februari 21, 2024 Last Updated 2024-02-21T07:23:32Z


Nabi Muhammad SAW adalah sosok manusia yang paling baik akhlaknya. Dalam banyak kisah, digambarkan Nabi Muhammad SAW menjadi sosok yang selalu membuat senang gembira para sahabatnya. 


Sikap baik dan lembut Rasulullah SAW kepada para sahabatnya ini bertolak belakang dengan sikap buruk yang sering terjadi dalam lingkaran pertemanan. Misalnya sikap suka merundung atau membuli teman atau sahabat, itu sikap yang tidak diajarkan Nabi Muhammad SAW.


Imam Al Ghazali bergelar Hujjatul Islam Zainuddin al-Thusi dalam kitab Ihya Ulumuddin menerangkan sikap Nabi Muhammad SAW kepada para sahabatnya.


Nabi Muhammad SAW suka memanggil sahabat-sahabatnya dengan nama kuniah (sebutan atau panggilan yang baik) untuk menggembirakan dan memuliakan para sahabatnya. Rasulullah SAW sering memberi nama panggilan yang baik kepada orang yang tidak memilikinya, lalu beliau memanggilnya dengan nama itu. 


Nabi Muhammad SAW juga memberikan nama panggilan kepada para wanita. Beliau juga memberi nama panggilan kepada anak-anak sehingga hati mereka lemah-lembut. Rasulullah SAW selalu menjauhkan diri dari kemarahan dan beliau paling mampu menahan kemarahan. 


Nabi Muhammad SAW adalah manusia yang paling manis ucapannya di antara para sahabatnya. Para sahabat Nabi Muhammad SAW menjadi saksinya. Nabi Muhammad SAW lebih banyak berdiam diri untuk menyimak pembicaraan orang lain dan tidak berbicara jika tidak ada keperluannya. 


Nabi Muhammad SAW tidak pernah mengucapkan kata-kata keji dan menyakitkan. Apa yang diucapkan beliau adalah kebenaran. Beliau tidak mempergunakan kata-kata yang berlebihan. Tidak pernah para sahabat bertengkar di hadapan Nabi Muhammad SAW. 


Nabi Muhammad SAW banyak tersenyum di hadapan para sahabatnya. Jika beliau tersenyum, tampaklah gigi beliau.


Rasulullah SAW adalah manusia paling penyabar dan pemaaf meskipun mempunyai kesempatan untuk membalas dendam. 


Ketika seseorang menghadiahkan kepada Nabi Muhammad SAW kalung emas dan perak, maka beliau memberikannya kepada sahabatnya.  


Risalah utama


Rasulullah SAW diutus ke muka bumi membawa risalah paling utama, yakni untuk menyempurnakan akhlak manusia. Akhlak menempati posisi yang sangat penting dalam Islam, sehingga setiap aspek dari ajaran agama ini selalu berorientasi pada pembentukan dan pembinaan akhlak yang mulia, yang disebut akhlakul karimah. 


Kata akhlak sendiri merupakan bentuk jamak dari kata al khuluq, atau al khulq, yang secara etimologis berarti (1)tabiat, budi pekerti, (2) kebiasaan atau adat, (3)keperwiraan, kesatriaan, kejantanan, (4) agama, dan (5) kemarahan (al ghadab).


Semua akhlak yang mulia tercermin dalam sosok Rasulullah SAW. Beliau adalah manusia sempurna dalam segala aspek, baik lahiriah maupun batiniah.


Sementara, para sahabat yang mulia menggambarkan beliau seperti yang dinyatakan oleh Aisyah RA sebagai berikut:


كان خلقه القرآن


“Akhlak beliau adalah Alquran.”


Maksudnya, kata Nursi, Nabi SAW merupakan contoh ideal dari akhlak terpuji yang dipaparkan oleh Alquran. "Beliau adalah sosok terbaik yang mencerminkan semua akhlak mulia tersebut. Bahkan, secara fitrah, beliau memang telah tercipta di atas kemuliaan itu," jelas Nursi dikutip dari bukunya yang berjudul Al Lama'at terbitan Risalah Nur Press halaman 122-123.


Karena setiap perbuatan, ucapan, keadaan, dan tingkah laku Nabi seharusnya menjadi teladan bagi umat manusia, maka alangkah malang umatnya yang beriman ketika mereka melalaikan sunnah beliau.


Mereka tidak memedulikan atau bahkan menggantikan dengan yang lain. Betapa malang dan menderitanya mereka.

×