Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Kapan Awal Puasa Ramadhan 2024 Menurut Ramalan Hilal BMKG

Maret 01, 2024 Last Updated 2024-03-01T03:54:54Z


Bulan Ramadan sebentar lagi datang. Umat Islam akan mulai ibadah puasa selama satu bulan penuh. Lalu kapan awal mulainya bulan yang suci ini?


Salah satu kalender yang digunakan manusia dalam pengaturan waktu sehari-hari adalah Bulan Qomariyah (bulan Hijriyah) yang didasarkan pada keteraturan peredaran Bulan dalam mengelilingi Bumi, dan Bumi bersama Bulan dalam mengelilingi Matahari.


Penentuan awal bulan Hijriyah sangat penting bagi umat Islam karena berhubungan dengan waktu ibadah, terutama bulan Ramadan, Syawal dan Zulhijah.


Untuk penentuan awal bulan Ramadan 1445 H, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) turut menyampaikan informasi data-data Hilal (hasil Hisab) saat Matahari terbenam, yang dapat digunakan dalam pelaksanaan Rukyat (Observasi) Hilal.


Berikut selengkapnya hasil analisis BMKG terkait perkiraan Hilal awal Ramadan 2024.


Waktu Konjungsi (Ijtima') dan Terbenam Matahari


Konjungsi geosentrik atau konjungsi atau ijtima' adalah peristiwa ketika bujur ekliptika. Bulan sama dengan bujur ekliptika Matahari dengan pengamat diandaikan berada di pusat Bumi.


Peristiwa ini akan kembali terjadi pada hari Ahad, 10 Maret 2024 M, pukul 09.00.18 UT atau pukul 16.00.18 WIB atau pukul 17.00.18 WITA atau pukul 18.00.18 WIT, yaitu saat nilai bujur ekliptika Matahari dan Bulan tepat sama 350,280 derajat.


Secara astronomis pelaksanaan rukyat Hilal penentu awal bulan Ramadan 1445 H bagi yang menerapkan rukyat dalam penentuannya adalah setelah Matahari terbenam tanggal 10 bagi yang di tempatnya konjungsi terjadi sebelum Matahari terbenam, dan 11 Maret 2024 bagi yang konjungsinya terjadi setelah Matahari terbenam.


Sementara bagi yang menerapkan hisab dalam penentuan awal Ramadan 1445 H, perlu diperhitungkan kriteria-kriteria hisab saat Matahari terbenam tanggal 10 dan 11 Maret 2024.


Objek Astronomis Lainnya yang Berpotensi Mengacaukan Rukyat Hilal


Dalam perencanaan rukyat Hilal, perlu diperkirakan juga objek-objek astronomis selain Hilal dan Matahari yang posisinya berdekatan dengan Bulan dan sinarnya tidak berbeda jauh dengan Hilal atau lebih terang daripada Hilal. Objek astronomis ini dapat berupa planet, misalnya Venus, Merkurius, atau bintang terang seperti Sirius. Serta adanya objek astronomis lainnya ini berpotensi menjadikan pengamat menganggapnya sebagai Hilal.


Menurut BMKG, pada 10 Maret 2024, Bulan terbenam lebih dahulu dari Matahari terbenam, sehingga data objek astronomis lainnya tidak diperlukan lagi.


Adapun pada tanggal 11 Maret 2024, dari sejak Matahari terbenam hingga Bulan terbenam ada objek astronomis lainnya yang jarak sudutnya lebih kecil daripada 5 derajat dari Bulan, yaitu Merkurius.

×