Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Perbedaan Kehidupan di Kota Makkah dan Jeddah Arab Saudi,Ada Aturan yang Berlaku

Maret 18, 2024 Last Updated 2024-03-18T02:41:27Z


Perbedaan kehidupan di Kota Makkah dan Jeddah Arab Saudi.


Ternyata ada aturan yang berlaku.


Salah satunya kehidupan di Kota Makkah pun tidak bisa sembarangan.


Sebagaimana dijelaskan oleh salah seorang YouTuber Indonesia di Arab Saudi yaitu Alman Mulyana.


Hal itu dia beberkan dalam sebuah video yang diunggah pada 26 Oktober 2022.


Pertama-tama dijelaskan bahwa Kota Makkah yang merupakan tanah haram ini artinya haram untuk melakukan perbuatan yang tidak baik sehingga dilipatgandakan dosanya.


Namun sebaliknya jika berbuat baik di tanah suci Makkah maka luar biasa pahalanya.


Dalam video tersebut, Alman Mulyana dan Irlan yang mengunjungi perbatasan Tanah haram di Makkah dan Halal di Kota Jeddah Arab Saudi.


Kemudian langsung mengunjungi Tanah Haram yang berada di Kota Makkah, Arab Saudi.


Sebagaimana diketahui bahwa Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi dan sekitarnya kerap kali disebut sebagai Tanah Haram.


Bermakna sebuah zona khusus yang hanya boleh diakses orang-orang beragama Islam.


Alman mengatakana bahwa kehidupan di kota Makkah ini lebih religi.


"Orang itu kesini hanya untuk ibadah," ujar Alman Mulyana dalam video.


"Disini yang perempuan nggak berani tidak pakai jilbab," lanjut Alman.


Artinya wanita disana selalu mengenakan jilbab dan abaya yang menutupi aurat mereka.


Berbeda halnya dengan di Kota Jeddah yang merupakan tanah halal maka akan menemukan wanita yang tidak mengenakan jilbab.


Selain itu menurut Alman di Makkah ini lebih banyak hotel ketimbang rumah.


Alman memperlihatkan kehidupan di tanah suci Makkah.


"Di sini itu mereka berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan, mengumpulkan amal untuk di akhirat nanti," sebutnya.


Lalu di Kota Makkah juga tidak ada tepat untuk berbuat maksiat.


"Bukan berarti tanah halal seperti Jeddah atau lainnya tempat maksiat semua, bukan. Yang jelas kalau di Kota Makkah atau tanah haram ini mereka hanya mikir untuk akhirat," jelasnya.


Jika ingin masuk ke Tanah haram, syarat yang perlu ditaati yakni harus orang muslim atau muslimah.


Di gerbang perbatasan tanah haram dan tanah halal di Makkah bahkan terdapat jalur khusus untuk warga non muslim.


"Perbedaan tanah Halal dan tanah haram. Untuk masuk ke tanah haram itu syaratnya itu harus orang muslim.


Di sini saya berdiri di bawah plang yang ada tulisan 'For Non Muslims', harus belok ke sebelah kanan.


Enggak boleh lurus masuk ke Tanah Haram," jelas Alman Mulyana.


Alman mengatakan bahwa aturan masuk untuk non muslim bagi yang mau melewati Kota Makkah itu ada jalan khusus melewati pingiran Kota Makkah.


"Karena memang perbatasan Tanah Haram ini dijaga oleh para Malaikat.


Maka dengan caranya Allah lah, Allah menjaganya. Itu kehebatan dari pada Tanah Haram," jelasnya.


Selain syarat, terdapat adab-adab yang juga harus dijaga oleh umat Islam saat menginjakkan kaki di Tanah Haram.


Ditekankan, di sana tidak boleh terjadi pertumpahan darah, peperangan, membunuh hewan buruan hingga mencabut tumbuhan.


"Bahkan rumput saja kita enggak boleh guys sembarang cabut di balik perbatasan ini ya," kata Alman menambahkan.


Tak hanya itu, Tanah Haram juga diketahui tidak bisa dimasuki oleh Dajjal.


Sebab, di gerbang perbatasan ini telah dijaga oleh para Malaikat.


"Keistimewaannya Tanah Haram ini tidak boleh dimasuki oleh Dajjal," katanya.


"Nah nanti kalau mau selamat dari Dajjal itu harus melewati ini (gerbang perbatasan). Harus masuk ke Tanah Haram nya, Masya Allah.


Jadi di Tanah Haram itu kalau kita berbuat kebaikan, pahalanya dilipat gandakan. Begitu pun sebaliknya ganjarannya," kata Alman.


Lalu Alman dan Irlan mengunjungi Tanah Halal di Arab Saudi yaitu Kota Jeddah.


"Bila di Makkah mereka sibuk mengejar untuk akhirat atau ibadah. Maka disini mereka sibuk dengan bisnis," bebernya.


Meski terlihat ada yang pakai abaya, namun di Kota Jeddah sangat bebas dan boleh tak memakai abaya

×