Dua klub besar Indonesia, Persija Jakarta dan Persib Bandung, sama-sama berpeluang mendapatkan pemasukan dari FIFA pada musim 2025/2026.
Menariknya, kedua klub tersebut menempuh jalur yang berbeda untuk bisa menerima dana dari badan sepak bola dunia tersebut.
💥 Persija Berpeluang Dapat Kompensasi karena Cedera Pemain
Peluang Persija muncul setelah pemainnya, Mauro Zijlstra, mengalami cedera saat membela Timnas Indonesia.
Cedera tersebut terjadi dalam ajang FIFA Series 2026, tepatnya setelah laga melawan Saint Kitts and Nevis.
Akibatnya, Mauro diperkirakan harus menepi selama dua hingga tiga bulan karena cedera otot paha depan (grade 2).
Situasi ini membuat Persija berhak mengajukan kompensasi melalui program FIFA Club Protection Programme.
👉 Program ini memberikan:
Kompensasi bagi klub
Jika pemain cedera saat tugas negara
Dengan syarat absen lebih dari 28 hari
Nilai kompensasi bahkan bisa mencapai 7,5 juta euro (sekitar Rp146 miliar), tergantung kontrak pemain.
💰 Persib Berpotensi Dapat Bonus dari Kontribusi Pemain
Sementara itu, Persib mendapatkan peluang pemasukan dari jalur berbeda, yaitu lewat kontribusi pemain di level internasional.
Salah satu faktor utamanya adalah keberhasilan Timnas Irak lolos ke Piala Dunia FIFA 2026.
Hal ini berkaitan dengan bek Persib, Frans Putros, yang menjadi bagian dari skuad Irak.
FIFA menyediakan program FIFA Club Benefit Programme, yaitu:
Memberikan dana kepada klub
Yang pemainnya tampil di Piala Dunia
Termasuk sejak babak kualifikasi
Total dana yang disiapkan mencapai 355 juta dolar AS (sekitar Rp6 triliun).
📊 Potensi Tambahan untuk Persib
Selain Frans Putros, Persib juga memiliki pemain lain yang terlibat di kualifikasi, seperti:
Thom Haye
Marc Klok
Beckham Putra
Eliano Reijnders
Semakin banyak pemain yang terlibat hingga putaran final, semakin besar potensi dana yang diterima.
📌 Kesimpulan
Persija Jakarta berpeluang mendapat uang dari FIFA karena cedera pemain saat membela tim nasional
Persib Bandung berpotensi mendapat dana karena kontribusi pemain di ajang internasional
Meski berbeda jalur, keduanya menunjukkan bahwa keterlibatan pemain di level internasional tidak hanya berdampak pada prestasi, tetapi juga memberikan keuntungan finansial bagi klub.
Kita hitung secara realistis (bukan angka maksimal) ya, berdasarkan skema resmi dari FIFA 👇
⚽ Estimasi Uang untuk Persija & Persib
🔴 1. Persija Jakarta (jalur cedera pemain)
Lewat program
👉 FIFA Club Protection Programme
📊 Asumsi realistis:
Gaji Mauro Zijlstra (estimasi Liga Indonesia):
👉 Rp300–600 juta / bulan
Cedera: 2–3 bulan
FIFA mengganti gaji + sebagian kompensasi
💰 Perkiraan:
2 bulan → Rp600 juta – Rp1,2 miliar
3 bulan → Rp900 juta – Rp1,8 miliar
👉 Estimasi realistis Persija: ± Rp700 juta – Rp1,5 miliar
📌 Catatan:
Angka Rp146 miliar itu maksimal global, biasanya hanya untuk pemain top Eropa.
🔵 2. Persib Bandung (jalur pemain timnas)
Lewat program
👉 FIFA Club Benefit Programme
📊 Sistem pembagian:
FIFA bayar per pemain per hari
Estimasi: ± USD 10.000 – 20.000 per hari (Piala Dunia)
Kualifikasi: lebih kecil (± USD 3.000 – 5.000/hari)
💰 Hitungan realistis Persib
1️⃣ Dari kualifikasi (beberapa pemain)
Misal:
4–5 pemain
Total kontribusi ± 20–30 hari per pemain
👉 Per pemain:
± Rp1 – 2 miliar
👉 Total:
Rp4 – 8 miliar
2️⃣ Jika Frans Putros masuk skuad Piala Dunia
Durasi ± 30 hari
Nilai tinggi (turnamen utama)
👉 Per pemain:
Rp3 – 6 miliar
🔢 Total realistis Persib:
👉 Tanpa Piala Dunia: Rp4 – 8 miliar
👉 Dengan Piala Dunia: Rp7 – 14 miliar
🧾 🔥 Kesimpulan Akhir
🔴 Persija Jakarta:
👉 ± Rp700 juta – Rp1,5 miliar
🔵 Persib Bandung:
👉 ± Rp4 – 14 miliar (tergantung pemain masuk Piala Dunia)
⚠️ Intinya:
Persija → uang kecil tapi pasti (karena cedera)
Persib → potensi jauh lebih besar (tergantung pemain & turnamen)


