Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Malaysia Disarankan Ikuti Langkah Timnas Indonesia, Kim Pan-gon Ngotot Siapkan Skuad Terbaik di ASEAN Cup

Mei 24, 2024 Last Updated 2024-05-24T07:43:55Z


Timnas Malaysia dinilai tak akan mengalami kesulitan ketika menjalani turnamen Piala AFF 2024.


Ajang yang kini berganti nama menjadi ASEAN Cup tersebut akan mulai bergulir pada 23 November hingga 21 Desember mendatang.


Berdasarkan hasil drawing atau pengundian grup yang dilakukan di Hanoi, Vietnam, Selasa kemarin, Malaysia tergabung di Grup A.


Di grup tersebut, skuad besutan Kim Pan-gon akan bersaing dengan juara bertahan Thailand, Singapura, Kamboja, dan pemenang laga play-off antara Brunei versus Timor Leste.


Sementara itu, Timnas Indonesia berada di Grup B bersama Vietnam, Filipina, Myanmar, dan Laos.


Meski berada satu grup dengan sang juara bertahan Thailand, Malaysia dipercaya bisa lolos ke semifinal.


Hal itu menyusul peringkat FIFA Malaysia yang lebih baik daripada Singapura (155), Kamboja (179), Brunei (194) dan Timor Leste (198).


Baca Juga: Ungkap Perasaan Gugup, Ini Rencana Pelatih Vietnam Hadapi Timnas Indonesia di ASEAN Cup


Saat ini, Harimau Malaya menempati peringkat ke-138 dunia dalam ranking FIFA terbaru (update 4 April 2024).


Hanya Timnas Thailand yang memiliki ranking FIFA lebih bagus dari Malaysia yaitu di posisi ke-101 dunia.


Walaupun dinilai bisa lolos ke semifinal sebagai dua tim teratas klasemen Grup A, tantangan besar telah menanti Timnas Malaysia.


Kim Pan-gon kemungkinan besar tidak akan memiliki pemain-pemain terbaiknya untuk tampil di ASEAN Cup mengingat turnamen tersebut tidak termasuk dalam kalender FIFA.


Bahkan Harimau Malaya juga diperkirakan bakal kesulitan mendapatkan jasa pemain terbaik di klub Johor Darul Ta'zim (JDT) dan Selangor yang akan berlaga di Liga Champions Asia (Asian Champions League/ACL) Elite dan ACL 2.


Menanggapi situasi tersebut, kritikus sepak bola Richard Scully mengatakan Kim Pan-gon harus menjadikan ini sebagai tantangan untuk mengembangkan Timnas Malaysia.


"Ini berkah tersembunyi bagi timnas. Ini kesempatan Kim Pan-gon mencari pemain baru untuk Piala AFF," kata Richard sebagaimana dikutip SuperBall.id dari New Straits Times.


Richard menilai Timnas Malaysia tidak bisa selalu bergantung pada pemain inti yang sama karena masalah performa dan usia mereka.


Oleh sebab itu, menurutnya, Harimau Malaya perlu memiliki sejumlah besar pemain untuk memperkuat tim nasional.


"Piala AFF adalah peluang bagus untuk memperluas jumlah pemain, namun pada saat yang sama, kita tidak bisa membandingkan apel dengan jeruk dalam hal kualitas pemain."


"Para pendatang baru mempunyai tugas besar yang harus diisi," pungkasnya.


Lebih lanjut, Richard menyarankan Kim Pan-gon untuk mengikuti langkah Timnas Indonesia dengan menurunkan para pemain U-23 di ajang ASEAN Cup 2024.


"Malaysia tidak tampil bagus di Piala Asia U-23 baru-baru ini," ucap Richard.


"Piala AFF (ASEAN Cup) bisa menjadi tempat sempurna bagi mereka untuk menjadi pemain yang matang."


Seperti diketahui, awal Mei ini, Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan bahwa ajang ASEAN Cup 2024 hanya sebagai trial atau uji coba saja bagi Timnas Indonesia.


Menurut Erik Thohir, prioritas saat ini yaitu meningkatkan posisi Timnas Indonesia di ranking FIFA.


Sementara itu, Kim Pan-gon menyatakan dirinya akan tetap berusaha menghadirkan skuad terbaiknya ke ajang ASEAN Cup 2024.


"Kami akan berusaha mendatangkan pemain-pemain terbaik untuk membentuk skuad terbaik untuk bertarung di ASEAN Cup," ujarnya.


Dengan sisa waktu enam bulan menjelang turnamen, persiapan awal harus dilakukan staf kepelatihan Harimau Malaya agar bisa terbentuk skuad terbaik untuk menghadapi ASEAN Cup tahun ini.


Sebagai catatan, Malaysia hanya satu kali menjuarai turnamen tersebut yakni pada tahun 2010 di bawah asuhan Rajagopal.


Thailand memegang rekor pemenang turnamen terbanyak ketika tampil juara sebanyak tujuh kali termasuk edisi perdana pada tahun 1996, 2000, 2002, 2014, 2016, 2020, dan 2022.


Singapura pernah juara empat kali pada tahun 1998, 2004, 2007 dan 2012 diikuti Vietnam yang dua kali meraih gelar pada tahun 2008 dan 2018.

×