Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Prabowo Puji Jenderal Bintang 3 Masih Mau Jadi Komandan Upacara, Ini Sosoknya

Agustus 11, 2025 Last Updated 2025-08-11T04:13:58Z

 


Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyoroti sosok jenderal TNI yang menjadi komandan upacara dalam 'Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer' di Pusdiklatpassus, Batujajar, Bandung Barat, Minggu (10/8/2025).


Sebab, meski sosok itu telah menyandang jenderal bintang 3 atau letnan jenderal (letjen), tapi dia tetap mau menjadi komandan upacara.


Prabowo pun menyatakan dirinya bangga terhadap jenderal yang menjadi komandan upacara tersebut.


Adapun komandan upacara pada kesempatan kali ini adalah Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen Mohammad Fadjar.


"Sekali lagi para prajurit, saya bangga melihat saudara-saudara. Terima kasih semangatmu," ujar Prabowo.


"Ini yang saya inginkan, seorang letnan jenderal memimpin dari depan, menjadi komandan upacara. Terima kasih, sampaikan terima kasih saya kepada seluruh prajurit, perhatian selesai," sambungnya.


"Siap," seru Fadjar membalas penyataan Prabowo.


Prabowo memang sempat menyinggung bahwa para panglima dan komandan harus memimpin dari depan atau tempat paling berbahaya dan kritis.


Dia menekankan, pemimpin adalah prajurit terbaik, sehingga mereka tidak boleh berada di posisi paling belakang.


"Saudara-saudara sebagai pemimpin harus memimpin dari depan. Panglima TNI, panglima pasukan TNI, komandan-komandan brigade, komandan-komandan batalion, memimpin dari depan, memimpin di tengah-tengah pasukan, berada selalu di tempat yang paling bahaya, berada selalu di tempat yang paling kritis. Tidak ada komandan pasukan yang memimpin dari belakang," ujar Prabowo.


Dia pun meminta kepada para pemimpin baru itu untuk menjaga anak buahnya masing-masing sebaik-baiknya.


"Bina anak buahmu sebaik-baiknya. Anak buahmu adalah bagaikan anak kandungmu sendiri. Pimpin dengan baik, jaga mereka dengan baik, latih mereka dengan baik, latih mereka dengan keras, tapi tidak dengan kekejaman," tutur Prabowo.

×