Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Mahasiswa di New York Putus Kontak 14 Jam dengan Keluarga Korban Banjir Medan, Begini Kronologinya

November 29, 2025 Last Updated 2025-11-29T12:42:17Z



Di New York, Amerika Serikat, Farid Muttaqin tak bisa menyembunyikan rasa cemas ketika mendengar kabar banjir besar melanda Kota Medan, Sumatera Utara. Mahasiswa doktoral State University of New York (SUNY) Binghamton itu tiba-tiba dihadapkan pada situasi genting: keluarganya di Medan menjadi korban banjir yang airnya terus meninggi sejak Kamis pagi, 27 November 2025.


Air Masuk Rumah dan Mulai Meninggi


Lewat telepon, adik Farid mengabarkan bahwa air mulai masuk ke rumah sekitar pukul 8 pagi waktu Medan. Awalnya setinggi betis, tetapi hanya dalam beberapa jam permukaan air terus naik hingga mencapai selutut pada pukul 11 siang. Kondisi makin memburuk saat pukul 12.30, ketika air sudah setinggi dada orang dewasa.


Pukul 12.30 siang itulah menjadi kontak terakhir antara Farid dan keluarganya sebelum sambungan hilang total selama 14 jam. Farid panik, sebab daerah tempat keluarganya tinggal tidak pernah mengalami banjir sebesar itu. Kekhawatirannya makin bertambah karena rumah tersebut dihuni oleh dua lansia berusia di atas 70 tahun serta dua balita berusia 4 dan 5 tahun.


Mengungsi di Atas Mobil Tanpa Listrik


Melalui sambungan telepon terakhir, adik Farid sempat mengatakan bahwa keluarga mereka mengungsi ke atas mobil untuk menyelamatkan diri. Listrik di rumah telah padam, sehingga Farid meminta adiknya menghemat baterai ponsel agar tetap bisa digunakan saat keadaan darurat.


“Saya udah pasrah di sini, tapi masih agak lega karena masih bisa telepon,” ujar Farid.


Namun situasi berubah pada pukul 3 pagi waktu New York. Farid menerima pesan dari istrinya yang mengatakan bahwa keluarganya di Medan sudah tidak bisa dihubungi sama sekali. Farid mencoba menghubungi mereka berkali-kali, namun tidak tersambung.


Upaya Mencari Bantuan Tidak Berbuah Hasil


Dalam kondisi panik, Farid menghubungi berbagai pihak—posko banjir, Basarnas, PMI, kantor wali kota, hingga kantor gubernur—namun tidak satu pun yang merespons teleponnya. Nomor-nomor darurat pun tak dapat dihubungi.


“Boro-boro minta evakuasi, didata saja kami enggak. Semua nomor teleponnya enggak bisa,” katanya.


Dalam kondisi putus kontak, Farid sempat merasa kehilangan harapan. Ia khawatir terjadi sesuatu pada keluarganya, terlebih sejak pagi mereka belum makan dan tidak memiliki akses listrik.


Kabar Lega Setelah 14 Jam Tanpa Kontak


Setelah 14 jam menunggu di tengah kecemasan, Farid akhirnya menerima pesan dari adiknya. Keluarganya masih bertahan di atas mobil dan terjebak di tengah banjir yang belum surut. Walau kelaparan dan kelelahan, mereka selamat.


Pada Jumat pagi, 28 November 2025, dua teman Farid di Medan berhasil menembus lokasi untuk memberikan bantuan. Saat itu, air sudah mulai surut dan menyisakan lumpur tebal serta genangan air di dalam rumah.


“Saya lega karena akhirnya bisa berkomunikasi, dan akses ke lokasi sudah terbuka. Yang penting mereka selamat,” ujar Farid.


Penyebab Banjir Besar Medan


Sejumlah wilayah di Kota Medan terendam banjir dengan ketinggian bervariasi setelah hujan deras mengguyur sejak Rabu malam hingga Kamis pagi. Kepala BPBD Kota Medan, Yunita Sari, menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat kombinasi hujan lebat dan meluapnya Sungai Deli serta Sungai Babura yang membelah kota.

×