Fenomena ikan hingga udang bermunculan ke permukaan Sungai Mahakam, Kalimantan Timur, kembali viral di media sosial. Kejadian ini ramai diperbincangkan setelah sejumlah warga di sekitar Tenggarong berhasil menangkap udang, lobster, hingga ikan patin berukuran jumbo. Video dan foto fenomena tersebut salah satunya diunggah akun Instagram @info_kukar pada Rabu (28/1/2026).
Fenomena ini bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya, kejadian serupa juga pernah muncul di Sungai Beloan, Kutai Barat. Warga Kalimantan Timur menyebut peristiwa ini sebagai air bangar, yakni kondisi air sungai yang membuat ikan mabuk, stres, hingga naik ke permukaan.
Apa Itu Air Bangar?
Dikutip dari penjelasan akademisi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman, Iwan Suyatna, air bangar merupakan air yang terbentuk dari penumpukan bahan organik seperti dedaunan, ranting, dan batang pohon yang membusuk namun tidak terdekomposisi secara sempurna. Dalam KBBI V, kata bangar berarti bau busuk seperti bangkai atau air yang tidak lagi murni.
Air bangar umumnya berada di lapisan paling bawah sungai, danau, atau rawa, berwarna kehitaman dan berbau menyengat. Air ini memiliki kadar oksigen terlarut (dissolved oxygen/DO) yang rendah, serta mengandung zat beracun seperti amonia, nitrit, dan hidrogen sulfida (H₂S) yang tidak dapat ditoleransi oleh ikan.
Penyebab dan Dampaknya
Menurut Iwan, air bangar biasanya mengendap selama bertahun-tahun di bagian hulu sungai atau rawa. Pada musim kemarau, ketika permukaan air sungai menyusut hingga menyentuh lapisan paling bawah, air bangar dapat ikut mengalir ke sungai utama seperti Sungai Mahakam.
“Air inilah yang membuat ikan stres, mabuk, bahkan mati karena bersifat racun. Namun tidak terjadi setiap waktu, hanya pada kondisi tertentu saat kemarau,” jelasnya.
Meski berbahaya bagi ikan, air bangar dapat ternetralisasi dengan cepat jika bercampur dengan air sungai biasa dalam jumlah besar. Namun, jika volume air bangar yang mengalir cukup besar, proses penetralan membutuhkan waktu lebih lama.
Tentang Sungai Mahakam
Sungai Mahakam merupakan sungai terbesar di Provinsi Kalimantan Timur dengan panjang sekitar 920 kilometer dan bermuara di Selat Makassar. Sungai ini melintasi wilayah Kutai Barat, Kutai Kartanegara, hingga Kota Samarinda.
Selain menjadi sumber air, perikanan, dan transportasi, Sungai Mahakam juga menjadi habitat mamalia air tawar langka, yaitu Pesut Mahakam, yang kini terancam punah.

