Baek Kang-hyun, bocah jenius asal Korea Selatan dengan IQ mencapai 204, mengaku gagal lolos seleksi masuk Universitas Oxford, Inggris, meskipun telah melalui sejumlah tahapan seleksi sejak September 2025.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui kanal YouTube pribadinya pekan lalu, Baek mengungkapkan kekecewaannya setelah menerima hasil seleksi yang tidak sesuai harapan. Remaja berusia 13 tahun itu mengaku sangat terpukul karena menaruh ekspektasi tinggi pada proses pendaftaran tersebut.
“Saya sangat patah hati sehingga saya duduk dan menangis karena harapan saya sangat tinggi,” ujar Baek, seperti dikutip dari VN Express, Jumat (23/1/2026).
Meski demikian, Baek menegaskan kegagalannya masuk Oxford bukanlah akhir dari segalanya. Ia menganggap pengalaman tersebut sebagai pelajaran berharga untuk langkah selanjutnya.
“Ini tantangan yang berharga, dan saya banyak belajar. Saya tidak akan berhenti di sini,” tambahnya, sebagaimana dilansir Chosun Daily.
Sebelumnya, Baek mendaftarkan diri ke Universitas Oxford untuk jurusan ilmu komputer, yang dinobatkan sebagai institusi terbaik dunia di bidang tersebut berdasarkan pemeringkatan terbaru Times Higher Education. Dalam proses seleksi, Baek mengikuti Mathematics Admissions Test dan berhasil lolos hingga tahap wawancara, yang hanya diikuti sekitar 400 kandidat dari total 1.600 pelamar.
Namun, perjalanan Baek menuju Oxford menghadapi kendala administratif. Sistem penerimaan universitas di Inggris melalui UCAS tidak mengizinkan pendaftar yang berusia di bawah 13 tahun. Saat mendaftar, Baek masih berusia 12 tahun. Selain itu, visa pelajar Inggris baru dapat diterbitkan untuk pelajar berusia minimal 16 tahun, sehingga Baek belum memenuhi syarat untuk memulai perkuliahan.
Meski gagal masuk Oxford, Baek tetap fokus pada ambisi jangka panjangnya untuk menjadi pakar kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Saat ini, ia tengah mengembangkan berbagai proyek inovatif, termasuk perangkat pintar berbasis AI yang memungkinkan orang lanjut usia mendaki Gunung Everest, serta permainan realitas virtual berbasis kecerdasan buatan.
Baek juga berencana meluncurkan dua aplikasi seluler pada tahun ini dan dua aplikasi tambahan pada 2027.
Nama Baek Kang-hyun mulai dikenal publik sejak 2016, ketika ia tampil di televisi pada usia 41 bulan dan menunjukkan kemampuan luar biasa di bidang matematika dan musik. Berdasarkan Skala Kecerdasan Wechsler, Baek memperoleh skor 163, yang setara dengan IQ 204, menempatkannya dalam 0,0001 persen populasi dengan kecerdasan tertinggi di dunia.
Pada Maret 2023, Baek sempat diterima di Sekolah Menengah Sains Seoul pada usia 10 tahun, namun memilih mengundurkan diri setelah satu semester. Menurut pengakuannya, keputusan tersebut diambil untuk fokus pada kegiatan kreatif, meskipun sang ayah menyebutkan adanya pengalaman kekerasan di sekolah yang turut memengaruhi keputusan itu.

