Sebuah video lama acara dzikir kembali beredar di media sosial dengan narasi keliru. Rekaman tersebut secara salah diklaim memperlihatkan perayaan Natal di Masjid Istiqlal, Jakarta. Faktanya, klaim itu telah dibantah langsung oleh pengurus Masjid Istiqlal dan penyelenggara acara.
Video berdurasi hampir empat menit itu diunggah ke Facebook pada 29 Desember 2025, disertai narasi yang menyebutkan bahwa Natal dirayakan di masjid terbesar di Indonesia. Dalam video, tampak peserta mengenakan pakaian menyerupai kostum Santa Claus dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, yang kemudian memicu kecaman warganet.
Namun, klaim tersebut tidak benar. Abu Hurairah Abdul Salam, pejabat senior Masjid Istiqlal, menegaskan bahwa tidak pernah ada perayaan Natal di Masjid Istiqlal. Ia menyatakan video tersebut merupakan rekaman lama dari tahun 2024 dan tidak terkait dengan perayaan keagamaan Kristen.
Penyelenggara acara, Pesantren Jagat ’Arsy, sebelumnya telah menjelaskan bahwa kegiatan tersebut berlangsung pada 31 Agustus 2024 sebagai bagian dari peringatan kemerdekaan Indonesia. Para peserta mengenakan pakaian bertema merah dan putih sebagai simbol kecintaan terhadap tanah air, bukan atribut perayaan Natal.
Acara tersebut diisi dengan dzikir, sholat subuh, manaqib, ceramah agama, serta menyanyikan lagu kebangsaan. Kegiatan itu juga sempat disiarkan langsung di YouTube, meski video aslinya kini telah dihapus.
AFP sebelumnya juga pernah menyanggah narasi lain yang menyalahgunakan video serupa, termasuk klaim bahwa paduan suara Kristen tengah bersiap menyambut kedatangan Paus Fransiskus di Masjid Istiqlal. Seluruh klaim tersebut dinyatakan tidak berdasar.
Dengan demikian, video viral yang diklaim sebagai perayaan Natal di Masjid Istiqlal merupakan hoaks dan hasil disinformasi yang berulang kali beredar di media sosial.

