Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Masjid Al-Huda Gunungkidul Terlanjur Dibongkar, Donatur Tak Kunjung Datang

Januari 07, 2026 Last Updated 2026-01-07T11:14:58Z



Warga Pedukuhan Gari, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, harus menelan kekecewaan setelah Masjid Al-Huda yang menjadi satu-satunya masjid di pedukuhan tersebut terlanjur dibongkar, sementara donatur yang menjanjikan renovasi hingga kini tak kunjung memberikan kepastian.


Awalnya, kedatangan donatur disambut dengan penuh antusias. Warga bahkan bergotong royong membongkar masjid pada November 2025, sesuai syarat pencairan dana dari yayasan donatur.


“Warga menyambut dengan antusias. Pembongkaran satu kampung datang semua ikut membongkar,” ujar Rewang Dwi Atmojo (72), sesepuh Gari, saat ditemui Selasa (6/1).


Tak hanya itu, warga juga menggelar pengajian syukuran dengan mengundang ulama sebagai bentuk rasa terima kasih atas janji bantuan tersebut.


“Pengajian satu kampung datang semua. Putra-putri termasuk anak-anak ikut datang,” katanya.


Dijanjikan Dana Hampir Pasti Cair


Warga lain, Mujiyo (72), mengatakan masyarakat sebenarnya sudah memiliki rencana renovasi masjid. Kehadiran pihak yang mengaku sebagai donatur membuat warga semakin bersemangat.


“Kita terima dengan tangan terbuka. Katanya dananya insyaallah 99 persen. Syaratnya masjid dibongkar dulu, baru dibangun,” ungkap Mujiyo.


Penghubung donatur bahkan meminta warga tidak menerima donasi dari pihak lain selama proses berjalan.


“Siapa yang tidak senang mendengar seperti itu,” ucapnya.


Donatur Tak Bisa Dihubungi


Ketua Panitia Pembangunan Masjid Al-Huda, Budi Antoro, menjelaskan bahwa dua orang datang menemui sesepuh Gari dan menyatakan niat menjadi donatur, masing-masing berasal dari Gatak, Kalurahan Gari, dan Kapanewon Ngawen.


“Dengan syarat masjid dibongkar dan RAB dipenuhi. RAB pembangunan mencapai Rp 1,8 miliar,” kata Budi melalui sambungan telepon.


Pada awalnya, komunikasi dengan salah satu penghubung berinisial H berjalan lancar. Namun, seiring waktu, proses pencairan dana tak kunjung jelas dan komunikasi mulai terputus.


“Kami cek ke yayasan dan tokoh yang disebutkan. Yayasan itu memang ada, tapi belum pernah meng-acc donasi ke kami,” jelasnya.


Kini, sosok H tidak bisa dihubungi. Sementara warga Gari yang terlibat sebagai penghubung disebut juga menjadi korban.


“Warga kami itu hanya tangan kanan. Tidak tahu detailnya, hanya meneruskan informasi,” kata Budi.


Warga Tak Tempuh Jalur Hukum


Meski merasa kecewa dan dirugikan, warga Pedukuhan Gari memilih tidak melaporkan kejadian ini ke kepolisian.


“Kami tidak akan menuntut secara hukum. Biarlah Allah yang menghukum beliau,” pungkas Budi.


Saat ini, warga tetap melanjutkan pembangunan secara bertahap dengan kemampuan yang ada, sambil berharap ada bantuan dari pihak lain untuk menyelesaikan pembangunan Masjid Al-Huda.

×