Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pelaku Pembakaran Kios di Kalibata Ditangkap, Polisi Kembangkan Kasus Kericuhan Desember 2025

Januari 01, 2026 Last Updated 2026-01-01T07:09:18Z

 


Kericuhan yang terjadi di Jalan Raya Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, pada pertengahan Desember 2025 kini memasuki babak baru. Dua pekan setelah insiden tersebut, kepolisian akhirnya berhasil menangkap pelaku pembakaran yang menyebabkan kerusakan kios dan kendaraan milik warga.


Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, mengonfirmasi penangkapan tersebut dalam Rilis Akhir Tahun 2025 Polda Metro Jaya, Rabu (31/12/2025).


“Kami informasikan bahwa untuk pelaku pembakarannya sudah kami lakukan penangkapan,” ujar Iman.


Meski demikian, polisi menyatakan proses hukum masih terus berjalan. Penyidik kini mengembangkan kasus untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pelaku lain dalam aksi anarkistis tersebut. Hingga saat ini, identitas dan jumlah tersangka yang diamankan belum diungkap ke publik.


Berawal dari Pengeroyokan Mata Elang


Kerusuhan di Kalibata bermula dari pengeroyokan terhadap dua orang mata elang di area parkir Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Enam orang terlibat dalam insiden tersebut dan belakangan diketahui merupakan aparat kepolisian dari satuan pelayanan markas Mabes Polri.


Akibat pengeroyokan itu, satu korban meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara korban lainnya meninggal setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit.


“Kedua korban dianiaya hingga satu meninggal di tempat dan satu lainnya meninggal di rumah sakit,” ujar Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly, Jumat (12/12/2025).


Pengeroyokan dipicu oleh penolakan salah satu pelaku saat sepeda motornya hendak ditarik. Situasi memanas setelah pelaku memanggil rekan-rekannya, hingga berujung kekerasan fatal.


Amarah Meluas hingga Pembakaran


Ketidaktahuan keluarga dan rekan korban terkait identitas pelaku pengeroyokan memicu kemarahan lanjutan. Pada malam hari, sekelompok orang yang mengaku sebagai teman korban mendatangi lokasi kejadian.


“Mereka meminta agar pelaku pengeroyokan diserahkan ke polisi, tetapi tidak mendapatkan informasi,” kata Nicolas.


Ketiadaan kejelasan tersebut membuat kemarahan meluas dan berujung pada aksi perusakan. Pedagang kaki lima serta warga sekitar menjadi sasaran pelampiasan amarah.


Kericuhan terjadi dua kali dalam satu malam. Pada gelombang pertama, tenda PKL dirusak, kaca kios dipecahkan, dan sepeda motor dibakar. Meski sempat dibubarkan aparat, kerusuhan kembali pecah sekitar pukul 22.00 WIB.


Pada kericuhan kedua, api melalap kios-kios di sepanjang jalan. Sedikitnya sembilan kios terbakar, dua di antaranya mengalami kerusakan parah.


“Jumlah objek yang terbakar ada sembilan kios, dugaan pembakaran menggunakan bensin,” ujar Kasudin Gulkarmat Jakarta Selatan, Asril Rizal.


Selain kios, enam sepeda motor dan satu mobil turut hangus. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.


Pedagang Jadi Korban Terbesar


Di balik kerusuhan tersebut, para pedagang menjadi pihak yang paling terdampak. Andi (66), salah satu pemilik kios, nyaris kehilangan nyawa saat terjebak di dalam kios bersama tiga karyawannya.


“Kami tutup kios, malah dibakar. Kalau diam saja di dalam, mungkin kami tidak selamat,” ujarnya.


Mereka menyelamatkan diri dengan membobol dinding kayu kios dan memanjat tembok gedung BPSDM Kemendagri. Andi mengalami luka akibat kawat berduri saat melarikan diri.


Kerugian yang dialami pedagang mencapai ratusan juta rupiah per kios. Sejumlah pedagang terpaksa menghentikan usahanya, bahkan ada yang memilih pulang kampung karena kehilangan sumber penghidupan.


Polisi Terus Dalami Kasus


Dengan tertangkapnya pelaku pembakaran, polisi menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas rangkaian peristiwa kericuhan Kalibata. Penyelidikan masih berlanjut untuk mengungkap peran pihak lain dan memastikan keadilan bagi para korban.

×