Polresta Yogyakarta mengungkap kasus love scamming internasional yang beroperasi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan telah berjalan selama satu tahun. Sindikat ini disebut meraup keuntungan hingga lebih dari Rp 10 miliar per shift setiap bulan.
Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian, mengatakan praktik penipuan berbasis hubungan asmara daring tersebut dijalankan secara terstruktur dan profesional.
“Dari hasil pemeriksaan, per shift mampu mengumpulkan sekitar 2 juta koin per bulan, di mana 16 koin setara 5 dolar AS. Jika dikalkulasikan, per shift bisa mencapai Rp 10 miliar lebih dalam satu bulan,” ujar Rizky, Rabu (7/1/2026).
Dalam operasionalnya, sindikat ini menjalankan tiga shift kerja setiap hari.
Gunakan Aplikasi Kloning Asal China
Rizky mengungkapkan, pelaku menggunakan aplikasi kloningan asal China bernama WOW. Di Indonesia, operasional sindikat difasilitasi oleh perusahaan PT Altair Trans Service, yang berperan sebagai penyedia karyawan sekaligus pengelola operasional.
Para karyawan bertugas mencari korban melalui aplikasi kencan daring. Target mereka berasal dari empat negara, yakni Kanada, Amerika Serikat, Australia, dan Inggris.
“Setelah terjalin kedekatan emosional, korban dikirimkan konten pornografi. Setiap kali konten dibuka, korban diwajibkan membayar menggunakan koin di aplikasi,” jelas Rizky.
Konten Pornografi Sudah Disiapkan
Menurut polisi, seluruh perangkat kerja telah disiapkan oleh perusahaan, termasuk ponsel dan laptop yang sudah berisi konten pornografi.
“Baik video maupun foto sudah tersedia di perangkat. Aplikasi WOW versi awal sudah ada, lalu perusahaan di Indonesia menambahkan konten secara manual,” kata Rizky.
Ia menambahkan, konten pornografi tersebut diunduh dari internet dan digunakan sebagai alat utama penipuan.
Libatkan WNA China, Polisi Koordinasi dengan Interpol
Dalam kasus ini, polisi juga menemukan keterlibatan warga negara asing (WNA) asal China. Identitas para WNA tersebut telah dikantongi oleh penyidik.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Hubinter untuk berkomunikasi dengan Interpol,” ungkap Rizky.
Enam Tersangka Diamankan
Sebelumnya, Polresta Yogyakarta mengamankan enam tersangka dalam pengungkapan kasus ini di kawasan Jalan Gito Gati, Kabupaten Sleman.
Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, menjelaskan pengungkapan berawal dari patroli siber yang dilakukan pada Senin (7/1/2026).
“Dari patroli siber, kami mencurigai aktivitas mencurigakan di kawasan Gito Gati. Setelah dilakukan pendalaman, terungkap praktik love scamming yang dijalankan PT Altair Trans Service,” jelas Eva.
Enam tersangka yang diamankan antara lain:
R (35) – CEO/pemilik perusahaan
H (33) – HRD
P – Project Manager
V – Team Leader
G (22) – Team Leader
M – Project Manager
Saat ini, seluruh tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif untuk pengembangan kasus, termasuk kemungkinan adanya jaringan internasional yang lebih luas.

