×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Putra Jaya Pasuruan Pecat Pemain Usai Tendangan Kungfu di Liga 4 Jawa Timur

Januari 07, 2026 Last Updated 2026-01-07T04:09:52Z


Klub Putra Jaya Pasuruan langsung menjadi sorotan publik setelah insiden tendangan kungfu yang terjadi dalam laga Liga 4 Jawa Timur melawan Perseta Tulungagung viral di media sosial.


Insiden tersebut terjadi pada pertandingan lanjutan babak 32 besar Liga 4 Jawa Timur yang digelar di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Senin (5/1/2026). Laga antara Putra Jaya Pasuruan vs Perseta Tulungagung berlangsung tidak seimbang sejak awal pertandingan.


Perseta Tulungagung tampil dominan dan sukses mencetak empat gol tanpa balas hingga menit ke-71. Namun, pertandingan ternodai aksi tidak sportif dari pemain Putra Jaya Pasuruan, Muhammad Hilmi Gimnastiar.


Tendangan Kungfu Berujung Kartu Merah


Dalam sebuah upaya perebutan bola, Hilmi justru melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Perseta, Firman Nugraha. Kaki Hilmi menghantam dada Firman, membuat sang pemain langsung terkapar di lapangan.


Wasit yang memimpin pertandingan tidak ragu mengganjar kartu merah langsung kepada Hilmi. Firman Nugraha mendapatkan perawatan medis di lapangan sebelum ditandu keluar dan dilarikan ke rumah sakit karena mengalami nyeri di bagian dada.


Permintaan Maaf Dinilai Tak Tulus


Usai pertandingan, Firman Nugraha mengungkapkan bahwa Muhammad Hilmi Gimnastiar telah menyampaikan permintaan maaf. Namun, ia menilai permintaan maaf tersebut tidak disertai penyesalan yang sungguh-sungguh.


“Pemain sudah meminta maaf, tapi agak tidak ada itikadnya,” ujar Firman, dikutip dari Kompas.com.


Rekaman video insiden tendangan kungfu tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan menuai kecaman dari warganet, khususnya pecinta sepak bola Jawa Timur.


Putra Jaya Pasuruan Ambil Langkah Tegas


Manajemen Putra Jaya Pasuruan langsung mengambil langkah tegas atas insiden yang dinilai mencoreng nama baik klub dan nilai sportivitas sepak bola.


Klub resmi memecat Muhammad Hilmi Gimnastiar dari tim. Keputusan tersebut disampaikan melalui surat resmi bernomor PSPJ/02/05-01-2026 yang diunggah di akun Instagram resmi PS Putra Jaya Sumurwaru.


Dalam surat tersebut, manajemen menyatakan bahwa tindakan Hilmi tidak sesuai dengan asas sepak bola dan melanggar prinsip sportivitas yang dijunjung tinggi klub.


Permohonan Maaf Resmi Klub


Selain pemecatan, Putra Jaya Pasuruan juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Perseta Tulungagung dan khususnya kepada pemain yang menjadi korban.


“Dengan adanya kejadian laga Liga 4 babak 32 besar Zona Jawa Timur antara PS Putra Jaya Sumurwaru dan Perseta 1970 yang menyebabkan cedera pada pemain Perseta, maka kami memutuskan untuk melakukan pemberhentian kerja kepada pemain kami atas nama Muhammad Hilmi Gimnastiar,” tulis manajemen dalam pernyataan resminya.

×