Ginjal memiliki peran vital dalam menjaga kesehatan tubuh, mulai dari menyaring limbah dalam darah, mengatur keseimbangan cairan dan tekanan darah, hingga membantu membuang sisa obat-obatan. Jika fungsi ginjal terganggu, kualitas hidup seseorang bisa menurun drastis.
Selain pola makan dan aktivitas fisik, jenis minuman yang dikonsumsi setiap hari juga berpengaruh besar terhadap kesehatan ginjal. Beberapa minuman bahkan dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis jika dikonsumsi secara berlebihan. Berikut tujuh minuman yang kurang baik untuk ginjal dan perlu dibatasi.
1. Soda
Soda menjadi salah satu minuman terburuk bagi ginjal. Konsumsi minuman bersoda manis lebih dari empat kali seminggu dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit ginjal kronis. Kandungan gula yang tinggi dapat merusak pembuluh darah ginjal, sementara asam fosfat dalam minuman kola berpotensi memicu pembentukan batu ginjal.
2. Kopi dan Minuman Berkafein
Kafein bersifat diuretik dan dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil. Efek ini umumnya muncul jika konsumsi kopi berlebihan, yakni lebih dari enam cangkir per hari. Dalam jumlah moderat, kopi masih tergolong aman, kecuali pada penderita kondisi ginjal tertentu seperti ADPKD. Namun, tambahan gula dan krimer tinggi lemak pada kopi justru menjadi masalah tersendiri bagi ginjal.
3. Alkohol
Pada orang sehat, konsumsi alkohol dalam jumlah kecil biasanya tidak langsung merusak ginjal. Namun, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan dehidrasi, meningkatkan tekanan darah, memperburuk fungsi ginjal, dan memicu penyakit hati. Pada kondisi tertentu, alkohol bahkan perlu dihindari sepenuhnya.
4. Minuman Tinggi Gula
Minuman manis seperti minuman kemasan dan sirup dapat meningkatkan kadar gula darah, tekanan darah, serta peradangan dalam tubuh. Kondisi ini berkontribusi pada penambahan berat badan dan meningkatkan risiko kerusakan ginjal dalam jangka panjang.
5. Produk Susu
Susu memang kaya nutrisi, tetapi konsumsi berlebihan dapat membebani ginjal. Kandungan protein dan mineralnya cukup tinggi sehingga sulit dimetabolisme oleh ginjal, terutama pada orang dengan gangguan fungsi ginjal. Jika tidak dibatasi, produk susu dapat memperburuk kondisi ginjal yang sudah bermasalah.
6. Jus Jeruk
Jeruk dan jus jeruk terkenal sebagai sumber vitamin C, namun juga tinggi kalium. Satu gelas jus jeruk dapat mengandung hampir 500 mg kalium. Bagi orang dengan risiko penyakit ginjal, asupan kalium berlebih dapat berbahaya. Sebagai alternatif, jus apel, anggur, atau cranberry yang lebih rendah kalium bisa dipilih.
7. Teh
Teh, khususnya teh hitam, mengandung asam oksalat yang tinggi. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan endapan oksalat di ginjal dan memicu gagal ginjal. Kasus medis menunjukkan konsumsi es teh dalam jumlah ekstrem setiap hari dapat menyebabkan ginjal berhenti berfungsi. Asam oksalat berlebih juga berisiko menyebabkan batu ginjal.
Meski demikian, bukan berarti semua minuman di atas harus dihindari sepenuhnya. Kuncinya adalah konsumsi dalam jumlah wajar dan seimbang. Apa pun yang berlebihan berpotensi berdampak buruk bagi kesehatan ginjal.

