Tiga dekade lebih telah berlalu sejak dunia musik dangdut Indonesia kehilangan salah satu talenta mudanya yang paling bersinar, Abiem Ngesti.
Dijuluki Pangeran Dangdut, Abiem digadang-gadang menjadi penerus Rhoma Irama yang dikenal sebagai Raja Dangdut. Namanya melejit pada awal 1990-an lewat lagu “Pangeran Dangdut” yang sukses besar di pasaran.
Album pertamanya laris manis hingga membawa perubahan besar bagi keluarganya. Kesuksesan itu berlanjut lewat album Ini Dangdut (1992), di mana ia sempat berduet dengan Iis Dahlia dan Dewi Purwati.
Abiem kemudian merilis sejumlah karya populer seperti:
Slow Rock, Kugenggam Dunia
Leila
Sonia
Gadis Baliku (1994)
Lagu “Gadis Baliku” menjadi salah satu pencapaian tertinggi dalam kariernya. Video klipnya dibuat di Tanah Lot, Bali, dengan sentuhan dangdut, rap, dan unsur etnik yang unik pada masanya.
Album terakhirnya berjudul Dahsyat. Sepanjang karier singkatnya, Abiem meraih berbagai penghargaan seperti HDX Awards dan nominasi BASF Awards. Video klip Dahsyat juga meraih penghargaan di ajang Anugerah Dangdut TPI.
Menariknya, lagu “Ini Dangdut” sempat digunakan sebagai soundtrack film Hollywood Blackhat karya sutradara Michael Mann pada 2015.
Meninggal Secara Tragis
Karier cemerlang Abiem terhenti pada 1995 saat usianya baru 16 tahun. Ia meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di Kudus bersama ibundanya Yuli Ismawati, adiknya Sakti, pamannya Kaswito, dan sepupunya.
Mobil yang mereka tumpangi menabrak truk gandeng saat perjalanan bersama keluarga.
Meski telah tiada, karya-karya Abiem seperti “Pangeran Dangdut”, “Ini Dangdut”, “Sonia”, dan “Dahsyat” masih dikenang dan kerap dibawakan kembali oleh penyanyi dangdut generasi berikutnya.
Abiem Ngesti tetap menjadi simbol talenta muda berbakat yang bersinar terang meski hanya sebentar.

