-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Apa yang Terjadi Jika Hanya Minum Air Tanpa Makan? Ini Dampaknya bagi Tubuh

Februari 06, 2026 Last Updated 2026-02-06T04:35:21Z



Pernah mendengar istilah “puasa air”, yaitu hanya minum air tanpa makan sama sekali? Metode ini kerap dikaitkan dengan detoks tubuh, penurunan berat badan ekstrem, hingga praktik spiritual. Namun, apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh jika seseorang benar-benar berhenti makan dan hanya mengandalkan air?


Tubuh manusia memang mampu beradaptasi dalam kondisi ekstrem, tetapi kemampuan itu memiliki batas. Tanpa asupan makanan, tubuh akan memanfaatkan cadangan energi yang tersisa untuk bertahan hidup. Seiring waktu, proses ini justru bisa berujung pada kondisi berbahaya.


Berapa Lama Tubuh Bisa Bertahan Tanpa Makan?


Selama masih mendapatkan cukup air, manusia diperkirakan dapat bertahan hidup sekitar dua hingga tiga bulan tanpa makanan. Sebaliknya, tanpa makanan dan air sekaligus, tubuh umumnya hanya mampu bertahan sekitar tujuh hari.


Namun, tidak ada patokan waktu yang benar-benar pasti. Ketahanan tubuh sangat dipengaruhi oleh berat badan awal, usia, jenis kelamin, serta kondisi kesehatan masing-masing individu.


Faktor yang Mempengaruhi Ketahanan Tubuh


Beberapa faktor utama yang menentukan kemampuan bertahan tanpa makanan antara lain:


Jenis kelamin: Perempuan umumnya mampu bertahan lebih lama dibanding laki-laki dalam kondisi kelaparan ekstrem.


Usia: Anak-anak jauh lebih rentan dan berisiko tinggi mengalami kondisi fatal lebih cepat.


Berat badan awal: Orang dengan tubuh sangat kurus berisiko mengalami kegagalan fungsi tubuh setelah kehilangan sekitar 18 persen massa tubuh. Sementara itu, orang dengan obesitas cenderung memiliki cadangan energi lebih besar.


Asupan air: Minum air yang cukup sangat menentukan lamanya tubuh dapat bertahan.


Kesehatan umum: Penyakit bawaan dapat mempercepat dampak buruk kelaparan.


Apa yang Terjadi di Dalam Tubuh Saat Tidak Makan?


Proses adaptasi tubuh tanpa makanan berlangsung bertahap:


Hari pertama

Tubuh masih menggunakan glukosa dari sisa makanan sebagai sumber energi. Setelah cadangan ini habis, hati mulai memproduksi glukosa baru agar otak tetap berfungsi.


Hari ke-2 hingga ke-3

Tubuh mulai memecah lemak menjadi asam lemak dan keton sebagai sumber energi alternatif. Pada fase ini biasanya muncul rasa lemas, pusing, dan emosi tidak stabil.


Hari ke-7

Saat cadangan lemak menipis, tubuh mulai memecah protein dari otot. Berat badan turun drastis dan kekuatan fisik menurun.


Hari ke-14 dan seterusnya

Penguraian otot semakin parah, fungsi organ vital seperti jantung, ginjal, dan hati mulai terganggu. Sistem imun melemah dan risiko kematian meningkat tajam.


Mengapa Air Sangat Penting?


Air membantu menjaga fungsi ginjal, mengatur suhu tubuh, dan mendukung kerja sel. Dengan asupan air yang cukup, seseorang dapat bertahan tanpa makanan lebih lama dibanding tanpa air.


Beberapa penelitian menyebutkan kebutuhan minimal sekitar 1,5 liter air per hari, serta tambahan garam dalam jumlah kecil untuk menjaga keseimbangan elektrolit.


Apakah Manusia Bisa Hidup Hanya dengan Air?


Jawabannya: tidak dalam jangka panjang. Air memang penting, tetapi tubuh juga membutuhkan energi, protein, vitamin, dan mineral dari makanan. Tanpa nutrisi tersebut, tubuh akan mengalami malnutrisi, penyusutan otot, gangguan kekebalan tubuh, hingga kerusakan organ.


Kesimpulan


Tubuh manusia bisa bertahan tanpa makan selama beberapa minggu jika masih mendapat cukup air. Namun kondisi ini tidak aman dan tidak sehat. Puasa ekstrem hanya dengan air berisiko menyebabkan kerusakan tubuh permanen dan bahkan kematian.


Air adalah sumber kehidupan, tetapi makanan tetap bahan bakar utama tubuh. Diet ekstrem tanpa makan bukan solusi sehat dan sebaiknya dihindari.

×