-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

BGN Siapkan 4 Skema Distribusi Makan Bergizi Gratis Selama Ramadan 2026

Februari 07, 2026 Last Updated 2026-02-07T12:11:50Z



Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan terdapat empat skema distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan diterapkan selama Ramadan 2026. Skema tersebut disesuaikan dengan karakteristik penerima manfaat di masing-masing wilayah.


Skema pertama diterapkan di sekolah yang mayoritas warganya beragama Islam. Dalam skema ini, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tetap mengirimkan menu MBG ke sekolah, namun dengan jenis makanan yang tahan lama. Menu tersebut dapat dibawa pulang oleh pelajar untuk dikonsumsi saat waktu berbuka puasa.


“Bisa dibawa ke rumah untuk dikonsumsi pada saat buka,” ujar Dadan Hindayana di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2/2026).


Skema kedua berlaku bagi sekolah yang mayoritas muridnya tidak menjalankan puasa. Pada skema ini, pendistribusian MBG tetap dilakukan seperti biasa dan murid dapat mengonsumsi makanan langsung di sekolah.


Sementara itu, skema ketiga mencakup ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Untuk kelompok ini, pelayanan MBG tetap berjalan normal tanpa penyesuaian khusus selama Ramadan.


Adapun skema keempat diperuntukkan bagi penerima manfaat di lingkungan pesantren. Dalam skema ini, SPPG berada langsung di pesantren dan tetap menyediakan MBG. Namun, proses memasak dilakukan sejak siang hari agar makanan dapat dikonsumsi saat waktu berbuka puasa.


“Jadi masaknya siang hari, dikonsumsi pada saat buka,” jelas Dadan.


Berdasarkan data per 29 Januari 2026, BGN mencatat jumlah penerima manfaat program MBG telah mencapai 60 juta orang. Sementara itu, jumlah SPPG yang beroperasi mencapai 22.091 unit, dengan total pegawai sebanyak 924.424 orang.


Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa program MBG sebagai bagian dari asta cita pemerintah telah memberikan dampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Ia menyebutkan, jumlah staf SPPG yang saat ini sedang diproses menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mencapai 32 ribu orang.


Selain itu, terdapat 21.413 mitra MBG serta 68.551 pelaku UMKM yang berperan sebagai pemasok MBG. Zulkifli Hasan memperkirakan setiap UMKM pemasok mempekerjakan sekitar 20 hingga 30 orang.


“Saudara tahu dong, satu supplier itu kan UMKM. Berapa itu kerja di situ? Paling enggak 20, 30,” ujarnya.


Menurut Zulkifli Hasan, program MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan efek besar terhadap ketenagakerjaan nasional.


“Bayangkan dampaknya, kalau PBB mengatakan 1 dolar bisa jadi 23 dolar, akan lebih dampaknya ini,” tuturnya.

×