Bulan Ramadan memiliki keistimewaan tersendiri bagi umat Islam. Selain menjadi momentum meraih pahala berlipat ganda, Ramadan juga menjadi waktu terbaik untuk menghidupkan kembali sunah-sunah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Mengutip laman resmi Nahdlatul Ulama (islam.nu.or.id), menghidupkan sunah Nabi di bulan Ramadan bukan sekadar untuk memperbanyak pahala. Lebih dari itu, amalan tersebut menjadi sarana menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah serta memperkuat kualitas spiritual seorang Muslim.
Berikut empat sunah yang dianjurkan untuk diamalkan selama Ramadan:
1. Tadarus Al-Qur’an
Salah satu amalan utama di bulan Ramadan adalah tadarus Al-Qur'an, yakni membaca, mempelajari, dan mengamalkan isi kandungannya. Amalan ini memiliki landasan kuat dari praktik Rasulullah SAW.
Dalam riwayat dari Ibnu Abbas RA disebutkan bahwa Malaikat Jibril setiap malam di bulan Ramadan menemui Rasulullah dan membacakan Al-Qur’an kepadanya. Hadis riwayat Imam Bukhari menyebutkan bahwa kedermawanan Rasulullah paling tampak pada bulan Ramadan, bahkan diibaratkan lebih cepat dari angin yang berembus dalam melakukan kebaikan.
Hal ini menunjukkan bahwa Ramadan adalah bulan interaksi intens dengan Al-Qur’an, baik melalui bacaan maupun pemahaman.
2. Memperbanyak Sedekah
Sunah berikutnya adalah memperbanyak sedekah. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk bersedekah, bahkan dengan sesuatu yang sederhana.
Dalam hadis riwayat Imam Bukhari disebutkan:
“Jauhkanlah diri kalian dari api neraka walaupun dengan bersedekah sebiji kurma. Jika tidak mampu, maka dengan perkataan yang baik.”
Selain itu, dalam hadis riwayat Imam Tirmidzi, Rasulullah menyebutkan bahwa sedekah yang paling utama adalah sedekah di bulan Ramadan.
Amalan ini bukan hanya berdampak sosial, tetapi juga menjadi bentuk penyucian diri dan harta.
3. Konsisten Salat Tarawih
Keistimewaan Ramadan lainnya adalah adanya salat sunah Tarawih yang dikerjakan setelah salat Isya. Rasulullah SAW sangat menganjurkan ibadah malam di bulan Ramadan, meskipun tidak mewajibkannya.
Dalam hadis riwayat Imam Muslim, Rasulullah bersabda:
“Siapa saja yang melaksanakan salat di malam Ramadan dengan penuh keimanan dan pengharapan (akan pahala), maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Tarawih menjadi momen memperkuat hubungan dengan Allah SWT serta sarana meraih ampunan.
4. Rutin Melaksanakan Salat Duha
Salat Duha juga termasuk sunah yang dianjurkan untuk dihidupkan selama Ramadan. Membiasakan diri melaksanakan salat Duha di bulan suci dapat melatih istiqamah untuk terus menjalankannya di bulan-bulan berikutnya.
Dalam hadis riwayat Imam Bukhari, Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW memberikan tiga wasiat kepadanya: puasa tiga hari setiap bulan, salat Duha, dan tidur setelah melaksanakan salat Witir.
Salat Duha dikenal sebagai ibadah yang membuka pintu rezeki dan menjadi wujud rasa syukur atas nikmat Allah SWT.
Penutup
Ramadan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga. Ia adalah bulan pembinaan diri, penguatan iman, dan pembuktian cinta kepada Rasulullah SAW. Dengan menghidupkan tadarus Al-Qur’an, memperbanyak sedekah, konsisten salat Tarawih, serta rutin melaksanakan salat Duha, umat Islam dapat menjadikan Ramadan sebagai titik balik menuju pribadi yang lebih bertakwa dan berakhlak mulia. 🌙

