-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Investigasi Al Jazeera Ungkap Dugaan Penggunaan Bom Termobarik di Gaza

Februari 17, 2026 Last Updated 2026-02-17T06:45:02Z



Investigasi terbaru Al Jazeera mengungkap dugaan penggunaan amunisi termal dan termobarik oleh Israel dalam serangan militer di Gaza, Palestina. Senjata tersebut disebut mampu menghasilkan suhu lebih dari 3.500 derajat Celcius dan berdampak ekstrem pada bangunan maupun tubuh manusia.


Laporan awal Februari 2026 itu menyebutkan, tim Pertahanan Sipil Gaza mencatat sedikitnya 2.842 warga Palestina hilang tanpa jasad utuh sejak perang meletus pada Oktober 2023. Juru bicara Pertahanan Sipil, Mahmoud Basal, mengatakan pihaknya mencocokkan jumlah penghuni rumah dengan jenazah yang ditemukan di lokasi serangan. Jika ada selisih dan tidak ditemukan sisa tubuh setelah pencarian menyeluruh, korban dikategorikan “menguap”.


Salah satu peristiwa yang disorot terjadi pada 10 Agustus 2024 di Sekolah al-Tabin, Gaza City. Seorang warga, Yasmin Mahani, mengaku tidak menemukan jasad anaknya setelah serangan.


Investigasi itu juga menjelaskan mekanisme bom termobarik atau bom vakum, yang menyebarkan awan bahan bakar sebelum meledak dan menciptakan gelombang panas serta tekanan tinggi. Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, Munir Al Bursh, menyebut paparan suhu ekstrem dapat menyebabkan cairan tubuh mendidih dan jaringan rusak parah.


Laporan tersebut mengidentifikasi sejumlah amunisi buatan Amerika Serikat yang diduga digunakan, termasuk bom MK-84, BLU-109, dan GBU-39. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Israel terkait temuan itu.


Menanggapi laporan tersebut, Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, mengecam dugaan penggunaan senjata berdaya hancur tinggi di kawasan padat penduduk dan mendesak penyelidikan independen sesuai hukum internasional.

×